Kamis, 30 April 2026

Kabar Belitung

Bupati Belitung Pilih Mobil Pribadi Land Cruiser, Anggaran Kendaraan Dinas Dinolkan

Bupati Belitung Djoni Alamsyah memilih untuk tidak menggunakan mobil dinas yang disediakan pemerintah daerah.

Tayang:
Editor: Rusaidah
Posbelitung.co/Adelina Nurmalitasari
MOBIL DINAS - Mobil Bupati dan Wakil Bupati Belitung saat terparkir di Gedung Serbaguna Ishak Zainuddin baru-baru ini. Bupati Belitung Djoni Alamsyah memilih untuk tidak menggunakan mobil dinas yang disediakan pemerintah daerah. 

TANJUNGPANDAN, BABEL NEWS - Bupati Belitung Djoni Alamsyah memilih untuk tidak menggunakan mobil dinas yang disediakan pemerintah daerah.

Sebagai gantinya, ia menggunakan mobil pribadinya, Toyota Land Cruiser Prado yang kini dipasang pelat merah BN 1 WZ.
Keputusan ini berdampak pada anggaran Rp1,8 miliar yang semula dialokasikan untuk pengadaan kendaraan dinas yang kini berpotensi dialihkan. 

Kepala Bagian Umum Setda Belitung Djati Briantoro menjelaskan, bahwa setiap kepala daerah berhak mendapatkan kendaraan dinas jabatan yang anggarannya telah disiapkan dalam APBD 2025. Namun, Bupati Djoni memilih untuk tidak memanfaatkan hak tersebut.

"Pak Bupati memutuskan untuk tidak menggunakan mobil dinas. Itu hak beliau. Seharusnya, pengadaan kendaraan dinas sudah mulai diproses, tapi karena keputusan ini, kami menghentikan proses tersebut," ujar Djati, Senin (10/3). 

Menurutnya, anggaran yang telah disiapkan sebesar Rp1,8 miliar untuk dua kendaraan dinas yakni satu untuk bupati dan satu untuk wakil bupati akan dinolkan dalam perubahan anggaran.

"Kalau sampai APBD Perubahan (ABT) nanti tetap tidak ada permintaan kendaraan dinas, maka anggaran ini dikembalikan ke kas daerah, lalu akan dibahas dalam ABT penggunaannya untuk kebutuhan prioritas di kabupaten," tambahnya.

Keputusan Djoni dinilai sebagai langkah penghematan yang tidak hanya mengurangi belanja daerah, tetapi juga memungkinkan dana tersebut digunakan untuk sektor lain yang lebih penting.

Meski menggunakan kendaraan pribadi, pemerintah daerah tetap akan menanggung biaya operasional seperti bahan bakar yang berkaitan dengan kegiatan resmi bupati. Namun, untuk biaya pemeliharaan kendaraan, Djati mengatakan tidak akan dibiayai melalui APBD meski anggaran pemeliharaan kendaraan telah disiapkan yakni sebesar Rp45 juta. 

"Dari hasil koordinasi Inspektorat dengan auditor, untuk sementara penjelasannya untuk yang tidak melekat seperti BBM bisa difasilitasi, tapi kalau yang sudah melekat seperti sparepart, untuk sementara ini jawabannya begitu. Kami juga memastikan secara ketentuannya yang benar gimana," jelasnya. 

Wakil Bupati Tak Beli Mobil Dinas Baru

Bupati Belitung Djoni Alamsyah memilih tak menggunakan haknya mendapatkan mobil dinas baru dan lebih memilih mobil pribadinya Toyota Land Cruiser Prado untuk menunjang kegiatannya.

Sementara itu, Wakil Bupati Belitung, Syamsir juga diketahui hingga kini tak membeli mobil dinas baru.
Setelah pelantikan sebagai wakil bupati, Syamsir diketahui menggunakan mobil Fortuner yang sudah ada, mobil yang sebelumnya digunakan oleh penjabat bupati. 

Mobil tersebut merupakan kendaraan operasional Bagian Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Belitung.

"Pak Wakil Bupati memilih menggunakan kendaraan dinas yang sudah ada, yaitu Fortuner yang merupakan kendaraan operasional bagian umum," ujar Kepala Bagian Umum, Sekretariat Daerah Kabupaten Belitung Djati Briantoro, Senin (10/3).

Dia mengatakan, pengadaan mobil dinas jabatan bagi bupati dan wakil bupati sebelumnya memang sudah dianggarkan dalam APBD 2025 dengan masing-masing senilai Rp900 juta atau total Rp1,8 miliar.

Sumber: Bangka Pos
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved