Senin, 13 April 2026

Kabar Belitung

Direktur BUMD PT Belitong Mandiri Singgung Soal Penyertaan Modal Rp10 Miliar

Kinerja Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT Belitong Mandiri menjadi perhatian setelah laporan keuangan menunjukkan kondisi yang kurang sehat. 

Editor: Rusaidah
Posbelitung.co/Adelina Nurmalitasari
GEDUNG BUMD - Bangunan aset milik BUMD yang masuk penyertaan modal dari pemerintah daerah. Bangunan berada di Jalan Gegedek, Tanjungpandan, Belitung. 

TANJUNGPANDAN, BABEL NEWS - Kinerja Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT Belitong Mandiri menjadi perhatian setelah laporan keuangan menunjukkan kondisi yang kurang sehat. 

Sebelumnya, Bupati Belitung Djoni Alamsyah menyoroti penyertaan modal senilai Rp10 miliar kepada BUMD, namun hanya menyisakan saldo sebesar Rp58 juta. 

Direktur BUMD PT Belitong Mandiri Alvin Guntara Harahap mengatakan, bahwa penyertaan modal sekitar Rp10 miliar tersebut tidak seluruhnya berupa uang tunai, tapi juga berupa nilai aset bangunan. 

"Kalau dilihat dari laporan sejak 2010 hingga 2016, ada gedung dan peralatan senilai Rp5,35 miliar, serta saham Rp3,8 miliar. Lalu, pada 2017 ada tambahan penyertaan saham senilai Rp1,25 miliar. Jadi, total aset pemerintah daerah di BUMD mencapai Rp10,9 miliar," kata Alvin, Rabu (27/3).

Alvin menjelaskan, terkait dana tersisa yang disebut hanya Rp58 juta, serta memberikan gambaran lebih jelas mengenai penyertaan modal selama ini.

Alvin menjelaskan bahwa pada awal 2024, BUMD masih memiliki dana Rp87 juta.

Namun, sebagian dana tersebut digunakan untuk membayar utang, sehingga pada Agustus 2024, saat dirinya mulai menjabat sebagai direktur, dana yang tersisa hanya Rp43 juta.

Beberapa transaksi penyewaan tenant kemudian membuat saldo meningkat menjadi Rp58 juta pada akhir 2024.

Ia menambahkan, bahwa usai pertemuan dengan Bupati Belitung Djoni Alamsyah, pihaknya diminta untuk menyusun kajian rencana bisnis beserta nilai investasi yang diperlukan.

Alvin menegaskan, bahwa sejak awal menjabat, dirinya telah memiliki rencana pengelolaan BUMD. Namun melihat kondisi aset bangunan, menurutnya saat ini perlu fokus pembenahan bangunan aset BUMD. 

Apalagi kondisi gedung yang sudah tua dengan atap bocor serta beberapa bagian yang perlu perbaikan.

"Sumber pendapatan utama kami saat ini berasal dari sewa tenant, yang potensinya bisa mencapai Rp150 juta per tahun. Dana dari sewa ini yang kami gunakan secara bertahap untuk merehabilitasi gedung, ruang rapat dan fasilitas lainnya," ujarnya.

Alvin menyatakan bahwa dalam waktu dekat, pihaknya akan mengadakan pertemuan lanjutan dengan Bupati Belitung guna membahas kajian investasi dan langkah-langkah strategis untuk memperbaiki kinerja BUMD ke depan. 

Diberitakan sebelumnya, kinerja BUMD Belitong Mandiri menjadi sorotan setelah laporan keuangan menunjukkan kondisi yang kurang sehat.

Bupati Belitung Djoni Alamsyah menyampaikan, bahwa BUMD yang sebelumnya menerima penyertaan modal sekitar Rp10 miliar kini hanya memiliki sisa dana sekitar Rp58 juta.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved