Rabu, 22 April 2026

Kabar Belitung

Wabup Syamsir Minta Keroyokan Bersih-bersih Pulau Belitung

Hujan mengguyur kawasan Pantai Wisata Tanjung Pendam, Senin (14/4) pagi. Namun puluhan perwakilan dari berbagai kecamatan tetap hadir.

Editor: Rusaidah
Posbelitung.co/Adelina Nurmalitasari
BERSIHKAN TANJUNG PENDAM - Membersihkan Pantai Tanjung Pendam usai seremonial resminya Gerakan Jumat Bersih usai dibuka oleh Wakil Bupati Belitung Syamsir, Senin (14/4). 

Ia ingin setiap laporan cepat ditindak, tanpa perlu menunggu birokrasi berputar lama.

"Kalau selokan mampet, langsung eksekusi. Kalau butuh deker, PU turun, pasang. Nggak bisa nunggu. Karena kalau air sampai masuk warung warga, ya kita yang disalahin," ujarnya.

Dengan dimulainya gerakan Jumat Bersih dari Pantai Tanjung Pendam yang disebutnya sebagai raut muka kota, Syamsir berharap budaya bersih ini jadi kebiasaan baru, bukan hanya agenda menjelang event atau inspeksi.

"Kita nggak mau bersih karena ada yang datang. Kita mau Belitung bersih karena memang terbiasa bersih," tutupnya. 

Pemerintah Kabupaten Belitung mengingatkan pentingnya peran serta masyarakat, khususnya para pengunjung, dalam menjaga kebersihan kawasan wisata Pantai Tanjung Pendam.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Belitung, Annyta, menyampaikan bahwa keterbatasan personel kebersihan tidak akan menjadi persoalan besar jika kesadaran kolektif untuk tidak membuang sampah sembarangan dapat tumbuh di tengah masyarakat.

"Petugas kebersihan terbatas, sementara Tanjung Pendam didatangi pengunjung hampir setiap saat. Belum lagi kegiatan-kegiatan yang menimbulkan volume sampah cukup besar," ujarnya usai pelaksanaan kegiatan Jumat Bersih, Senin (14/4).

Menurutnya, dalam kondisi saat ini, kebersihan kawasan wisata tidak dapat hanya mengandalkan upaya petugas lapangan.
Sebaliknya, keterlibatan aktif dari pengunjung untuk membuang sampah pada tempatnya menjadi faktor penting dalam menjaga kebersihan secara berkelanjutan.

"Yang membersihkan hanya satu, tapi yang mengotori bisa ratusan. Ini bukan soal kemampuan tenaga kerja, tapi soal kesadaran. Jika setiap pengunjung bertanggung jawab terhadap sampahnya sendiri, tugas petugas kebersihan menjadi jauh lebih ringan," kata Annyta.

Ia mencontohkan, setelah kegiatan masyarakat yang digelar di area pantai pada malam sebelumnya, tumpukan sampah baru dapat diselesaikan oleh petugas hingga pukul 01.30 dini hari.

Kondisi tersebut, menurutnya, tidak ideal dan menunjukkan perlunya edukasi yang lebih masif kepada masyarakat.

"Kebersihan Tanjung Pendam bukan hanya tanggung jawab pemerintah. Ini adalah wajah Belitung, yang semestinya dijaga bersama," pungkasnya. (del)

Sumber: Bangka Pos
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved