Kabar Pangkalpinang
Bisnis Perhotelan Melesu Kembali, PHRI Minta Pemerintah Tinjau Larangan Rapat
Ketua PHRI Pangkalpinang Sumiati menyampaikan, bahwa sektor perhotelan hingga saat ini masih mengalami kelesuan yang cukup dalam.
"Setelah Cengbeng, hotel kembali sepi. Kondisi ini sangat mengkhawatirkan. Rasanya seperti kembali ke masa pandemi Covid-19 tahun 2020, tapi bedanya sekarang bukan karena virus, melainkan karena minimnya anggaran," ucapnya.
Ia menjelaskan, saat ini sekitar 70 persen tamu hotel di Bangka Belitung bergantung dari kegiatan pemerintahan. Oleh karena itu, kebijakan pelarangan kegiatan meeting dan rapat di hotel cukup berdampak besar terhadap kelangsungan industri ini.
"Tidak terbayangkan oleh kita semua, bahwa perekonomian dunia, khususnya di Babel seperti saat ini. Yang mana kondisi sepinya bisnis hotel seperti ini dulu kita rasakan di tahun 2020 zaman Covid-19, karena tidak bisa bertatap muka. Namun sekarang tidak ada virus, anggaran yang tidak ada. Ini bukan hanya di Babel tapi hampir seluruh Indonesia," kata Sumiati.
Sumiati menyebut, imbas dari penurunan okupansi dan minimnya kegiatan ini, tak sedikit hotel terpaksa merumahkan sebagian karyawan. Diperkirakan lebih dari 100 orang pekerja hotel di Babel kini dirumahkan atau hanya bekerja paruh waktu.
"Kondisi ini sangat berat. Kami berharap adanya dukungan dari pemerintah, baik dari sisi kebijakan maupun promosi pariwisata agar industri hotel di Babel bisa bangkit kembali," tuturnya. (t3)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/babel/foto/bank/originals/Ketua-PHRI-Pangkalpinang-Sumiati.jpg)