Kabar Belitung Timur
Sawi, Kangkung dan Cumi Penyumbang Inflasi Utama di Belitung Timur
BPS Kabupaten Belitung Timur mencatat, pada April 2025 Kabupaten Belitung Timur mengalami inflasi month to month (m-on-m) sebesar 0,60 persen.
MANGGAR, BABEL NEWS - BPS Kabupaten Belitung Timur mencatat, pada April 2025 Kabupaten Belitung Timur mengalami inflasi month to month (m-on-m) sebesar 0,60 persen.
Kelompok makanan, minuman dan tembakau menjadi kelompok utama penyumbang inflasi (m-to-m) pada April 2025 sebesar 0,54 persen.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Belitung Timur Dwi Widiyanto menyampaikan, sawi hijau, kangkung dan cumi menjadi komoditas penyumbang utama inflasi m-to-m.
"Pasca lebaran 2025, banyak konsumen yang mencari ikan dan sayuran. Beberapa komoditas sayuran seperti sawi hijau, kangkung, terong hingga bayam mengalami kenaikan harga yang cukup signifikan. Kenaikan tersebut dipicu oleh minimnya pasokan sayuran dari petani lokal," ujar Dwi dari rilis berita resmi statistik (BRS) IHK April 2025, Jumat (2/5).
Selain komoditas pangan yang mengalami kenaikan harga, harga emas di bulan April juga mengalami kenaikan paling tinggi.
Tanggal 22 April 2025 menjadi puncak kenaikan harga emas yang menembus angka 2 juta rupiah per gram.
Dalam kesempatan tersebut, Dwi menyampaikan komoditas pangan yang mengalami deflasi di m-to-m.
"Kalau komoditas sayuran yang menjadi penyumbang inflasi. Di bulan April ini terutama saat lebaran dan pasca lebaran, daging ayam ras, udang basah dan ikan kembung menjadi komoditas yang mengalami deflasi di (m-to-m)," tuturnya.
Di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, tingkat inflasi bulanan, Kabupaten Belitung Timur menjadi inflasi terendah di bawah Kabupaten Bangka Barat yang mengalami inflasi sebesar 0,66 persen, Kota Pangkalpinang 0,85 persen dan Kabupaten Belitung mengalami inflasi tertinggi sebesar 0,95 persen.
Pelaksana Tugas (Plt) Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Kabupaten Belitung Timur Zikril menyampaikan, strategi dalam menghadapi tantangan inflasi yang lebih besar di bulan Mei mendatang.
"Emas dan sayuran menjadi dua komoditas mengalami inflasi di bulan April. Memasuki bulan Mei ini dan menjelang perayaan Iduladha kita perlu mencermati potensi kenaikan harga pada beberapa komoditas tertentu, seperti cabai, daging ayam dan daging sapi. Ditambah panas pancaroba di Mei ke atas diputuskan langkah-langkah antisipasi dan strategi pengendalian inflasi yang tepat agar dampaknya daya beli masyarakat dapat diminimalisir," ujar Zikril.
Dalam rilis berita resmi statistik (BRS) Perkembangan Indeks Harga Konsumen/Inflasi April 2025 tersebut, Zikril menyampaikan harapannya untuk saling bersinergi dan memperkuat komitmen dalam mengembangkan program ketahanan pangan lokal dalam menjaga stabilitas harga untuk kesejahteraan masyarakat.
"Berharap sinergi yang kita bangun selama ini bisa menjadi kekuatan utama dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah secara menyeluruh. Mari bersama-sama kita memperkuat komitmen dalam mengembangkan program ketahanan pangan lokal dalam menjaga stabilitas harga untuk kesejahteraan masyarakat," harap Zikril. (y1)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/babel/foto/bank/originals/RILIS-BRS-Penyamapaian-Rilis-Berita-Resmi-Statistik-BRS-perkembangan-indeks.jpg)