Berita Pangkalpinang

8 Penyuluh Lolos Tahap Nasional Ajang Penyuluh Agama Islam Award 2025

Delapan penyuluh dari Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kepulauan Bangka Belitung akan mengikuti ajang Penyuluh Agama Islam (PAI) Award 2025.

Istimewa/ Kemenag Babel
PENYULUH KEMENAG BABEL -- Delapan penyuluh Kanwil Kemenag Provinsi Bangka Belitung yang mengikuti PAI Awards 2025. 

PANGKALPINANG, BABEL NEWS - Delapan penyuluh dari Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kepulauan Bangka Belitung akan mengikuti ajang Penyuluh Agama Islam (PAI) Award 2025. Hal ini diungkapkan Kabid Bimbingan Masyarakat Islam Abdul Rohim, Sabtu (21/6).

"Jadi ada sembilan kategori yang diperlombakan, namun Bangka Belitung mengikuti delapan kategori dan semuanya lulus tahap administrasi," ujar Abdul Rohim.

Sejumlah kategori di antaranya, peningkatan literasi Al-Qur'an yang diikuti Jumra penyuluh Kecamatan Sungaiselan Bangka Tengah. "Mengangkat tema peran penyuluh agama Islam dalam mengentaskan buta aksara Al-Qur'an pada usia lansia, dengan metode mukadam di Kecamatan Sungaiselan, Kabupaten Bangka Tengah," tuturnya.

Kedua, kategori pendampingan kelompok rentan yang diikuti Karyawati, penyuluh KUA Kecamatan Badau Belitung. "Implementasi nilai cinta dalam program sosial keagamaan adalah konsep yang diangkat, oleh Karyawati dalam pendampingan kelompok rentan. Pendekatan ini tidak hanya menyentuh aspek kognitif, tetapi juga afektif dan spiritual, sehingga berdampak signifikan terhadap proses pemulihan dan pemberdayaan. Dengan mengedepankan nilai-nilai kasih sayang dan empati, penyuluh agama mampu menjadi agen perubahan yang menghidupkan harapan dan menguatkan kemanusiaan," jelasnya.

Lalu ketiga, Uniyati Alamsyah, penyuluh KUA Tanjungpandan Belitung, yang ikut di kategori kesehatan masyarakat. "Kesehatan dan spiritualitas ternyata bukan dua hal yang terpisah, itulah yang diyakini Uniyati. Ia membuat konsep cegah stunting dengan murottal, sebuah layanan yang menggabungkan pengenalan nilai keagamaan dan upaya cegah stunting," ujarnya.

Kemudian, Noviarti penyuluh KUA Kecamatan Riausilip, Bangka di kategori peningkatan ekonomi umat. "Penyuluh meyakini, bahwa perubahan bisa dimulai dari keluarga. Ia menggagas program strategi peningkatan ekonomi keluarga, melalui pendekatan pendidikan kecakapan hidup (Life Skill Education)," katanya.

Kelima, Mariatul Qibthiah, penyuluh asal KUA Kecamatan Bakam, Bangka yang akan berjuang di kategori pelestarian lingkungan. "Membicarakan lingkungan, dari sudut pandang agama sering dianggap asing. Namun tidak bagi Mariatul, ia mencanangkan gerakan bermain edukasi lestarikan alam," ucapnya.

Keenam, Nadia Saphira dalam kategori metode penyuluhan baru yang merupakan penyuluh KUA Kecamatan Koba, Bangka Tengah. "Masyarakat saat ini lebih sering mengkonsumsi konten-konten yang jauh kaitannya dari agama daripada sebaliknya. Tantangan itulah yang dihadapi Nadia Saphira, penyuluh Gen Z. Dengan kenyataan tersebut, ia pun menumbuhkan efesiensi dakwah oleh PAI melalui penggunaan media sosial," bebernya.

Ketujuh, Dwiyana Ocviyanti penyuluh KUA Kecamatan Rangkui yang ikut dikategori penguatan moderasi beragama. "Ia menggagas strategi, re-edukasi moral anak Gen Z di LPKA Kelas II Pangkalpinang. Program ini digagas sebagai respons terhadap tantangan zaman, di mana anak muda kerap terpapar informasi keagamaan yang ekstrem melalui media sosial," ucapnya.

Kedelapan, penyuluh dari Kecamatan Membalong, Belitung yang akan berpartisipasi dalam kategori antikorupsi. "Dengan latar belakang hukum Islam, pendekatan sosial memiliki potensi besar untuk menggerakkan partisipasi masyarakat dalam pencegahan korupsi di tingkat lokal. Adapun hal tersebut dapat diwujudkan dengan forum komunitas antikorupsi, kegiatan bersama, dan kesinambungan peran tokoh masyarakat," jelasnya.

Abdul Rohim berharap, para penyuluh dapat memberikan kemampuan terbaik hingga dapat mengharumkan nama Provinsi Bangka Belitung di kancah nasional. "Tahun sebelumnya mereka sudah bersaing, tapi memang perlu dukungan lagi. Harapannya kita akan tambah lagi pengalaman dan kepelatihan mereka, sehingga bisa lebih berkembang lagi," pungkasnya. (riu)

DELAPAN PENYULUH
Peningkatan literasi Al-Qur'an yang diikuti Jumra penyuluh Kecamatan Sungaiselan Bangka Tengah
Pendampingan kelompok rentan yang diikuti Karyawati, penyuluh KUA Kecamatan Badau Belitung
Uniyati Alamsyah, penyuluh KUA Tanjungpandan Belitung, yang ikut di kategori kesehatan masyarakat
Noviarti penyuluh KUA Kecamatan Riausilip, Bangka di kategori peningkatan ekonomi umat
Mariatul Qibthiah, penyuluh asal KUA Kecamatan Bakam, Bangka di kategori pelestarian lingkungan
Nadia Saphira dalam kategori metode penyuluhan baru yang merupakan penyuluh KUA Kecamatan Koba, Bangka Tengah
Dwiyana Ocviyanti penyuluh KUA Kecamatan Rangkui yang ikut dikategori penguatan moderasi beragama
Penyuluh dari Kecamatan Membalong, Belitung yang akan berpartisipasi dalam kategori antikorupsi
Sumber: Kanwil Kemenag Bangka Belitung

Sumber: Bangka Pos
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved