Berita Pangkalpinang

Aksi Damai di Kantor DPRD Babel, Mahasiswa Sampaikan 16 Tuntutan

Kedatangan mereka terkait adanya beberapa keresahan serta merespons berbagai isu nasional.

Editor: suhendri
Bangkapos.com/Rizky Irianda Pahlevy
BERORASI - Mahasiswa berorasi dalam aksi damai di kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Jumat (29/8/2025). Pada aksi ini, para mahasiswa yang tergabung dalam BEM Bangka Belitung menyampaikan 16 tuntutan. 

PANGKALPINANG, BABEL NEWS - Puluhan mahasiswa melakukan aksi damai di kantor  Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Jumat (29/8/2025). 

Para mahasiswa yang tergabung dalam BEM Bangka Belitung ini menyampaikan 16 tuntutan, di antaranya evaluasi program MBG, menolak fleksibilitas tenaga kerja dan politik upah murah, menolak perpanjangan pertambangan Batu Beriga dan mengubah statuta Batu Beriga dari sektor pertambangan ke sektor wilayah tangkap di perda, hingga wujudkan pendidikan gratis, ilmiah, dan demokratis.

Mahasiswa dari beberapa perguruan tinggi tersebut tiba di kantor DPRD Babel sekitar pukul 15.15 WIB.

Kedatangan mereka terkait adanya beberapa keresahan serta merespons berbagai isu nasional.

Sebagian dari mereka membawa spanduk yang berisi berbagai tulisan, di antaranya "DPR Bobrok" hingga "Reformasi Dikhianati".

"Hari ini Indonesia sedang tidak baik-baik saja. Kami melakukan aksi simbolik terkait hari ini kita belum merdeka. Kemerdekaan bukan hanya soal lepas dari penjajahan kolonial, tetapi juga tentang terbebas dari represi, ketidakadilan, dan perampasan hak rakyat," kata salah satu orator.

Koordinator Wilayah Sumbagsel Ikbal mengatakan kehadiran massa kali ini untuk menyampai keresahan isu lokal hingga isu nasional.

"Masalah di Bangka Belitung itu HTI (hutan tanaman industri), kenapa DPRD diam saja ada perusahaan dari luar masuk. Ada juga di Batu Beriga di mana izin diperpanjang, ke mana peran DPRD," kata Ikbal.

"Kami turun bukan hanya sekadar mengangkat poster, tetapi kami juga menuntut janji DPRD yang belum diraih dan hari ini kita menagih semua janji itu," ujarnya.

Sementara itu pantauan Bangka Pos, Ketua DPRD Provinsi Babel Didit Srigusjaya dan sejumlah anggota DPRD Babel menemui secara langsung dan mendengar aspirasi mahasiswa.

Total ada 16 tuntutan yang disampaikan mahasiswa dalam aksi damai di kantor DPRD Babel tersebut.

 Ikbal menyebutkan tuntutan-tuntutan itu merupakan hasil dari aspirasi berbagai daerah yang kini digaungkan menjadi isu nasional.

'Memang tuntutan ini sudah kami kumpulkan per wilayah masing-masing, dari Aceh sampai Papua, makanya ada 16 tuntutan. Kalau melihat banyak ya banyak, tetapi memang itu adalah kumpulan tuntutan yang ada di wilayah BEM SI," tuturnya.

Selain itu, lanjut Ikbal, ada beberapa aspirasi dari Babel yang juga ikut disuarakan di beberapa daerah lainnya.

"Kami ingin menggaungkan isu daerah ke nasional seperti Beriga, hanya Bangka Belitung yang kita gaungkan dan ini mau kita bawa ke nasional," ujarnya.

Halaman
12
Sumber: Bangka Pos
Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved