Selasa, 21 April 2026

Berita Belitung

560 Tabung Ludes Terjual dalam 1 Jam pada Operasi Pasar Gas Melon di Belitung

560 tabung gas melon yang dijual dalam operasi pasar di lapangan bola Kelurahan Parit ini pun ludes hanya dalam waktu sekitar satu jam

Editor: suhendri
Pos Belitung/Adelina Nurmalitasari
OPERASI PASAR GAS MELON - Warga membeli elpiji 3 kg atau biasa disebut gas melon dalam operasi pasar yang digelar Pertamina bekerja sama dengan pemerintah daerah di lapangan bola Kelurahan Parit, Kecamatan Tanjungpandan, Kabupaten Belitung, Sabtu (20/9/2025). 

TANJUNGPANDAN, BABEL NEWS - Pertamina bekerja sama dengan pemerintah daerah mengadakan operasi pasar elpiji bersubsidi di lapangan bola Kelurahan Parit, Kecamatan Tanjungpandan, Kabupaten Belitung, Sabtu (20/9/2025).

Dari pantauan Posbelitung.co, warga rela mengantre untuk membeli elpiji 3 kilogram atau biasa disebut gas melon dengan harga resmi Rp18.000 per tabung.

Sebanyak 560 tabung gas melon yang dijual dalam operasi pasar di lapangan bola Kelurahan Parit ini pun ludes hanya dalam waktu sekitar satu jam.

Operasi pasar gas melon juga digelar di kantor Kelurahan Pangkallalang, Kecamatan Tanjungpandan, yang dipantau langsung Wakil Bupati Belitung, Syamsir, bersama jajaran pemerintah daerah.

Bagi warga, kesempatan membeli elpiji bersubsidi dengan harga resmi ini sangat berarti.

Sumarni, warga Kelurahan Tanjung Pendam, misalnya, mengaku mengetahui informasi tentang operasi pasar elpiji 3 kg dari tetangganya.

“Nyarinya (elpiji bersubsidi) ya susah-susah gitu lah. Kalau untuk kebutuhan rumah tangga cukuplah seminggu itu satu tabung, tetapi tabung cuman satu. Kalau pas gas di rumah habis, nunggu. Mending pas habis gasnya ada, kadang kan tidak ada,” kata Sumarni.

Dia lalu membandingkan harga yang didapat di operasi pasar dengan harga di pengecer.

Sumarni menyebut, harga Rp18.000 pada operasi pasar jauh lebih murah dibandingkan membeli di toko atau pengecer yang bisa tembus Rp30.000–Rp35.000 per tabung.

“Memang setiap desa ada pangkalan, cuma kadang pas bertepatan mau ngisi, tidak ada. Biasanya beli di pangkalan Rp20.000. Kalau beli di toko yang mengerikan, sampai Rp30.000–Rp35.000," ujarnya.

Ia pun berharap operasi pasar bisa berlangsung tiap minggu agar masyarakat mudah mendapatkan gas melon.

Hal senada disampaikan Leni, warga Kelurahan Parit.

Ia menyebut harga gas melon yang ditawarkan di operasi pasar benar-benar sesuai ketentuan pemerintah.

“Harganya memang harga pemerintah. Biasa beli Rp20.000–Rp22.000 di pangkalan, kalau di toko bisa sampai Rp30.000–Rp40.000,” kata Leni.

Menurut Leni, ketersediaan gas di pangkalan pun tidak selalu lancar.

Sumber: Bangka Pos
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved