Selasa, 5 Mei 2026

Berita Bangka

Pemkab Bangka Susun Pokok Pikiran Kebudayaan Daerah 2025-2030

Pemerintah Kabupaten Bangka menyusun Pokok-pokok Pikiran Kebudayaan Daerah (PPKD) Bangka periode 2025-2030.

Tayang:
(Ist/Dinparbud Bangka)
PPKD 2025-2030 - Dinparbud Bangka saat rapat penyusunan Pokok-pokok Pikiran Kebudayaan Daerah (PPKD) Kabupaten Bangka 2025-2030, Kamis (9/10/2025) di RM Pangeran Sungailiat. 

SUNGAILIAT, BABEL NEWS - Pemerintah Kabupaten Bangka menyusun Pokok-pokok Pikiran Kebudayaan Daerah (PPKD) Bangka periode 2025-2030, di RM Pangeran Sungailiat, Kamis (9/10). Melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Dinparbud) Kabupaten Bangka Kabupaten Bangka, penyusunan tersebut dilakukan dengan melibatkan unsur masyarakat, terkhususnya dari perwakilan tokoh-tokoh kebudayaan.

Usai disusun, hasil PPKD 2025-2030 tersebut kemudian langsung disahkan dan ditetapkan sehingga menjadi peta jalan dan dokumen strategi untuk pedoman memajukan kebudayaan di Kabupaten Bangka.

Kepala Dinparbud Kabupaten Bangka, Rismi Wira Madonna mengatakan, PPKD Kabupaten Kabupaten Bangka merupakan wujud dari implementasi Undang-Undang Nomor 5 tahun 2017 tentang pemajuan kebudayaan yang merupakan acuan bagi perencanaan dan pengembangan kebudayaan Kabupaten Bangka tahun 2025-2030.

"Ini juga merupakan langkah kongkrit dari pemerintah pusat bersama dengan pemerintah daerah dalam hal pemajuan kebudayaan daerah dan nasional," kata Rismi Wira Madonna, Jumat (10/10).

Ia menyebut, tujuan penyusunan PPKD 2025-2030 ini untuk memetakan sumber daya manusia (SDM) kebudayaan, lembaga kebudayaan serta sarpras kebudayaan suatu daerah. Kemudian, memberikan solusi permasalahan dan memperkuat identitas daerah oleh pemerintah pusat melalui kementerian kebudayaan sehingga ke depan bisa lebih bersinergi dengan program pemajuan kebudayaan baik di tingkat kabupaten, provinsi maupun tingkat nasional.

"Di dalam PPKD ini memuat 10 objek pemajuan kebudayaan dan cagar budaya yang ada di Kabupaten Bangka dengan berbagai permasalahan yang ada dan disertai dengan rekomendasi pemecahannya," jelasnya.

Ia menilai, proses penyusunan PPKD ini bukanlah tugas yang mudah di mana melibatkan kolaborasi dan partisipasi aktif dari berbagai pihak, termasuk para seniman, budayawan, akademisi, tokoh masyarakat, hingga jajaran pemerintah daerah.

"Saya mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya atas dedikasi, sumbangsih pemikiran, dan kerja keras yang telah diberikan dalam penyusunan dokumen ini," ucapnya.

Menurutnya, ini adalah bukti komitmen bersama untuk memajukan kebudayaan daerah sehingga diharapkan PPKD ini tidak hanya berhenti sebagai dokumen di atas kertas. Dirinya pun meminta supaya PPKD ini dijadikan sebagai gerakan nyata sehingga perlu didorong  implementasinya secara masif di seluruh lapisan masyarakat.

"Mari kita jadikan budaya sebagai sumber inspirasi, kreativitas, dan penggerak ekonomi kreatif daerah. dengan demikian, kebudayaan kita akan terus hidup, berkembang, dan menjadi kebanggaan bagi generasi mendatang," jelasnya. (u2)

Sumber: Bangka Pos
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved