Berita Bangka Selatan
Polres Bangka Selatan Ajak Warga Siaga Bencana Hidrometeorologi
Kepolisian Resor Bangka Selatan mengingatkan masyarakat agar selalu waspada terhadap meningkatnya potensi bencana hidrometeorologi.
TOBOALI, BABEL NEWS - Kepolisian Resor Bangka Selatan mengingatkan masyarakat agar selalu waspada terhadap meningkatnya potensi bencana hidrometeorologi. Hal ini disampaikan setelah kondisi cuaca ekstrem yang melanda dalam beberapa pekan terakhir kini mulai dirasakan dampaknya di Bangka Selatan.
Kapolres Bangka Selatan, AKBP Agus Arif Wijayanto, mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan. Terutama dalam menghadapi cuaca ekstrem yang diprediksi masih berlangsung. Hal ini sebagai respons atas informasi resmi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang memprediksi bahwa pola curah hujan saat ini tidak lagi mengikuti ritme musiman seperti biasanya.
"Kami meminta masyarakat di Kabupaten Bangka Selatan meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi," kata Agus Arif Wijayanto, Senin (17/11).
Agus Arif Wijayanto menegaskan, perubahan pola cuaca yang cepat menuntut kesiapsiagaan warga. Menurutnya, sebagian besar wilayah Kabupaten Bangka Selatan memiliki kondisi geografis yang dapat memicu risiko tambahan bencana hidrometeorologi. Khususnya banjir dan angin puting beliung. Hampir semua kecamatan yang ada dianggap rawan bencana alam. Ada beberapa faktor yang mendukung Bangka Selatan menjadi daerah dengan risiko bencana tertinggi. "Kami terus berupaya untuk memitigasi segala bentuk potensi bencana yang mungkin terjadi," ujar Agus Arif Wijayanto.
Ia mengingatkan pentingnya kesiapan keluarga dalam menghadapi situasi darurat. Pelajari jalur evakuasi dan lokasi pengungsian terdekat. Pantau informasi cuaca melalui kanal resmi BMKG. Langkah ini dinilai penting karena bencana hidrometeorologi seperti banjir bisa muncul tiba-tiba, terutama di wilayah yang memiliki sistem drainase terbatas.
"Saya imbau jauhi wilayah terbuka saat hujan disertai petir. Jauhi pohon dan bangunan berinfrastruktur rapuh saat hujan disertai angin kencang," tegasnya.
Untuk memperkuat respons cepat masyarakat saat menghadapi kondisi darurat, pihaknya kembali mengingatkan pentingnya penyimpanan nomor-nomor layanan gawat darurat. Dalam situasi bencana, kecepatan laporan menjadi faktor utama keberhasilan penanganan. Masyarakat yang membutuhkan bantuan bisa menghubungi nomor-nomor darurat. Seperti 110 untuk Polres Bangka Selatan, 115 untuk Basarnas, 113 untuk Damkar dan 119 untuk ambulans.
"Karena sering kali warga panik ketika bencana terjadi, sehingga kesulitan menghubungi pihak berwenang," ucap Agus Arif Wijayanto. (u1)
| Hari Keenam Pencarian Warga Diduga Diserang Buaya, Basarnas Kerahkan Drone Thermal |
|
|---|
| Jaga Stabilitas Fiskal Daerah, TPP ASN Bangka Selatan Dipotong 30 Persen |
|
|---|
| DLH Batasi Penggunaan Kantong Sekali Pakai |
|
|---|
| Dorong Layanan Terpadu hingga Desa, Pemkab Bangka Selatan Maksimalkan 122 Posyandu |
|
|---|
| Hari Keempat Pencarian Warga Hilang di Sungai Nyireh, Tim SAR Andalkan Alat Khusus CAPE |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20250909-Kapolres-Bangka-Selatan-AKBP-Agus-Arif-Wijayanto.jpg)