Berita Belitung
Belitung Batalkan Wacana Perobohan Bangunan Eks Sekolah Kuomintang
Pemerintah Kabupaten Belitung, Kepulauan Bangka Belitung, akhirnya membatalkan wacana perobohan sisa bangunan eks Sekolah Kuomintang
Menurutnya, sejak awal pendirian gedung Belitung Mampau Food Court, keberadaan sisa bangunan eks Sekolah Kuomintang sudah dipandang sebagai jejak sejarah pendidikan di Belitung yang layak dipertahankan.
“Itu memang hanya puing arsitektur, tetapi sekalipun sedikit, ia bisa bercerita bagi masa sekarang dan masa depan tentang perjalanan sejarah sebuah daerah dan bangsa,” tutur Isyak.
Karena itu, lanjut dia, saat itu diputuskan untuk mempertahankan bagian depan bangunan eks Sekolah Kuomintang yang tersisa, mengingat tidak ada lagi bagian lain yang bisa diselamatkan.
Isyak justru melihat keberadaan sisa bangun eks Sekolah Kuomintang sebagai tantangan sekaligus peluang, bukan justru menjadi penghalang bagi keberlangsungan Belitung Mampau Food Court.
“Menurut saya, justru ini tantangannya. Ini bisa menjadi daya tarik yang tidak dimiliki daerah lain. Eks sekolah Kuomintang ini hanya ada di Belitung dengan bentuk seperti itu,” katanya.
Isyak menilai pelestarian bangunan tersebut bisa menjadi nilai jual unik atau keunggulan khas (selling point) bagi Belitung Mampau Food Court.
Soal kondisi food court yang kerap dinilai sepi, Isyak menegaskan hal itu bukan disebabkan oleh bangunan bersejarah tersebut.
Menurutnya, persoalan utama ada pada pasar dan karakter konsumen.
“Jumlah penduduk Belitung relatif tidak banyak berubah, wisatawan juga tidak terlalu banyak. Jadi wajar kalau sepi. Letaknya justru sudah sangat strategis,” ujar Isyak.
Dia menambahkan, banyak pusat kuliner di lokasi yang lebih terpencil justru bisa ramai. Bahkan, bazar yang digelar di terminal, pantai, atau lahan kosong sering kali dipadati pengunjung.
“Kenapa bisa ramai? Karena konsumen UMKM Belitung itu tipikalnya FOMO,” ujarnya.
Isyak menjelaskan, Fear of Missing Out (FOMO) adalah rasa takut ketinggalan tren atau pengalaman yang sedang ramai diperbincangkan, terutama yang dipicu oleh media sosial.
“Kalau ada event, viral, atau ramai dibicarakan, pasti orang datang. Jadi bukan soal bangunannya, tetapi bagaimana mengelola dan menghidupkan aktivitasnya,” tuturnya. (dol)
| Pemkab Belitung Timur Gandeng BRIN Kaji Arsip Sejarah Daerah |
|
|---|
| Kasus Dugaan Penipuan di Keciput Masuk Babak Baru, Mantan Kades Dititip di Lapas Tanjungpandan |
|
|---|
| Prevalensi Stunting di 5 Desa Beltim di Atas Target 15,38 Persen, Renggiang Tertinggi |
|
|---|
| 178 Atlet Pelajar Berlaga di O2SN Belitung Timur 2026 |
|
|---|
| Beltim Sediakan Kuota 3.221 Siswa SD/MI dan 2.439 Siswa SMP/MTs di SPMB 2026 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/babel/foto/bank/originals/20260105_eks-Sekolah-Kuomintang.jpg)