Berita Bangka Tengah
Dinas PUTRP Bangka Tengah dan BWS Babel Mulai Lakukan Normalisasi, Ekskavator Mulai Keruk Sungai
Dinas PUTRP Kabupaten Bangka Tengah bersama Badan Wilayah Sungai (BWS) Bangka Belitung mulai melakukan pengerukan titik sungai.
KOBA, BABEL NEWS - Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Pertanahan (PUTRP) Kabupaten Bangka Tengah bersama Badan Wilayah Sungai (BWS) Bangka Belitung mulai melakukan pengerukan titik sungai. Pengerukan ini merupakan tindak lanjut dari penanganan jangka panjang banjir di beberapa wilayah.
"Jadi memang beberapa hari ini, sebagai tindak lanjut hasil audiensi kita kemarin yang dilakukan Pak Bupati ke teman-teman BWS, pengerukan sungai sudah dimulai," ujar Kepala PUTRP Kabupaten Bangka Tengah, Fani Hendra Saputra, Senin (26/1).
Dirinya mengatakan, dalam pelaksanaannya BWS menurunkan sejumlah alat berat untuk melakukan normalisasi aliran-aliran sungai tersebut. "Alhamdulillah, kawan-kawan dari BWS sudah menindaklanjuti dan dua hari ini alat beratnya sudah beroperasi untuk melakukan normalisasi sungai," jelasnya.
Menurut Fani Hendra Saputra, dalam tahap awal ini penanganan difokuskan di kawasan Kecamatan Koba, dengan menyasar lokasi-lokasi rawan genangan. "Jadi untuk tahap awal, normalisasi sungai di daerah Rawa Bangun, Kelurahan Berok, dengan di daerah (Kelurahan, red) Sinar Laut dan Padang Mulia. Dan hari ini sudah ada alat beratnya, amphibious mini-nya sudah beroperasi dan melakukan pengerukan," jelasnya.
Diakuinya, ketika pengerukan di kawasan ini selesai dilakukan, penanganan akan dilanjutkan ke Kecamatan Lubuk Besar, yang sempat diterjang banjir besar beberapa waktu lalu. "Setelah (normalisasi, red) dari lokasi Kelurahan Berok ini, akan bergeser ke daerah Lubuk Besar baik untuk pembangunan ataupun normalisasi sungai akibat dari penyempitan alur sungai," sebutnya.
Sebelumnya diberitakan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bangka Tengah mencatat sebanyak 219 Kepala Keluarga (KK) di Kecamatan Lubuk Besar terdampak banjir pada tahun ini. Jumlah warga terdampak tersebut tersebar di lima desa.
Rinciannya, sejumlah 73 KK di Desa Lubuk Lingkuk, 45 KK masuk wilayah Desa Lubuk Pabrik dan 38 KK lainnya berada pada Desa Lubuk Besar. "Kemudian ada juga 17 KK di Kulur Ilir dan Desa Perlang 46 KK. Jadi total se-Kecamatan Lubuk Besar ada 219 KK terdampak banjir kemarin," ujar Kepala BPBD Kabupaten Bangka Tengah, Yudhi Sabara, Rabu (21/1).
Yudhi Sabara menyampaikan, sebagai upaya pencegahan pihaknya sudah menyampaikan rekomendasi untuk pelaksanaan pengerukan alur sungai di kawasan itu. "Sebenarnya untuk di Lubuk Besar itu kita sudah memetakan ya, di tahun 2025 kemudian di 2024 juga. Jadi untu ke depannya, kami sudah menyampaikan ke pimpinan, kemudian beliau bersama teman-teman PU, ke depannya akan melakukan kegiatan normalisasi sungai," tambahnya. (w4)
Lakukan Pembenahan Menyeluruh
KEPALA Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Pertanahan (PUTRP) Kabupaten Bangka Tengah, Fani Hendra Saputra menyebutkan, normalisasi menyeluruh akan segera dilakukan pada sejumlah sungai di Kecamatan Lubuk Besar. Hal itu disampaikannya, usai terjadinya banjir besar yang menerjang beberapa desa wilayah Kecamatan Lubuk Besar pada awal tahun ini.
Menurutnya, meski sebelumnya penanganan awal telah dilakukan, normalisasi menyeluruh tersebut dibutuhkan sebagai antisipasi jangka panjang terjadinya banjir di wilayah tersebut. Ia menjelaskan, dalam pelaksanaannya langkah penanganan juga akan dilakukan bersama jajaran Balai Wilayah Sungai (BWS) Bangka Belitung.
"Kawan-kawan dari BWS sudah menindaklanjuti dan sudah melakukan survei di beberapa hari yang lalu. Mereka sedang menghitung, merencanakan untuk (penanganan, red) di daerah Lubuk Besar," ujar Fani Hendra Saputra, Senin (26/1).
Diakuinya, berdasarkan perencanaan awal, normalisasi akan dilakukan melalui pengerukan serta pembangunan talud baru untuk melindungi area permukiman dari luapan sungai. "Di Lubuk Besar selain normalisasi sungai akibat dari penyempitan alur, kemarin kita lihat juga membutuhkan pembangunan talud. Terutama sisi bangunan yang sudah tergerus bagian bawahnya, akan dilakukan pembangunan di sana," sebutnya.
Ia menambahkan, nantinya penanganan di Kecamatan Lubuk Besar fokus pembenahan akan menyasar titik-titik terparah banjir beberapa waktu lalu. "Khususnya di Desa Lubuk Lingkuk dan Lubuk Pabrik ya. Untuk Lubuk Pabrik kalau tidak salah, di Kampung Magelang, sebagai titik paling parah kemarin," pungkasnya. (w4)
| Puskeswan Sungaiselan Jadi Percontohan Peternakan Terpadu |
|
|---|
| Disdik Bangka Tengah Imbau Perpisahan Siswa Digelar Sederhana |
|
|---|
| DPRD Bangka Tengah Minta Pemerintah Perketat Pengawasan Harga TBS Sawit |
|
|---|
| Polisi Bongkar Praktik Tambang Timah Ilegal di Desa Lubuk Besar |
|
|---|
| Pemkab Bangka Tengah Pantau Potensi Kenaikan Harga Bahan Pokok |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20260126-Sebuah-eskavator.jpg)