Rabu, 10 Juni 2026

Berita Pangkalpinang

Pengangguran di Babel 35.510 Orang pada November 2025, Lulusan Diploma Mendominasi

Pada November 2025, lulusan diploma dan sarjana mendominasi tingkat pengangguran di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Tayang: | Diperbarui:
Editor: suhendri
freepik.com
ILUSTRASI PENGANGGURAN - Ilustrasi pengangguran. Berdasarkan data tingkat pengangguran terbuka menurut pendidikan yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Babel, pada November 2025 tercatat sebanyak 35.510 orang berstatus pengangguran dari total 1.189.495 penduduk usia kerja di Negeri Serumpun Sebalai. 

PANGKALPINANG, BABEL NEWS - Pada November 2025, lulusan diploma mendominasi tingkat pengangguran di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung

Selanjutnya, disusul oleh lulusan SMK, IV/S1/S2/S3, SMA, SMP, dan SD ke bawah.

Berdasarkan data tingkat pengangguran terbuka menurut pendidikan yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Babel, pada November 2025 tercatat sebanyak 35.510 orang berstatus pengangguran dari total 1.189.495 penduduk usia kerja di Negeri Serumpun Sebalai.

Dari jumlah penganggur yang sebanyak 35.510 orang itu, lulusan diploma I/II/III menyumbang porsi 6,58 persen, diikuti SMK 6,53 persen, diploma IV/S1/S2/S3 6,48 persen, SMA 4,80 persen, SMP 3,04 persen, dan SD ke bawah 2,33 persen.

Adapun menurut jenis kelamin, sebanyak 5,76 persen merupakan perempuan dan 3,74 persen laki-laki. 

Sementara itu, jika melihat status pekerjaan, dari 790.870 orang yang bekerja, sebanyak 51,04 persen bekerja di sektor informal dan 48,96 persen di sektor formal.

Terkait penyerapan tenaga kerja menurut lapangan usaha, sektor pertanian tercatat 26,90 persen, lalu perdagangan 17,21 persen, dan pertambangan 12,88 persen.

"Kalau kita kaitkan dengan tingkat pendidikannya yang rendah, penganggurannya relatif rendah. Makin tinggi pendidikan, ternyata malah tinggi ya karena relatif lebih milih (pekerjaan–red). Jadi tingkat tenaga kerja dengan tingkat pendidikan yang lebih tinggi, mereka tuh relatif lebih memilih pekerjaan," kata Kepala BPS Provinsi Babel, Sugeng Arianto, Kamis (5/2/2026).

"Walaupun lowongan pekerjaan sebenarnya tetap terbuka besar dan banyak, tetapi pas mau masuk, mereka lebih memilih, ‘saya enggak mau yang ini, saya enggak mau yang itu’. Beda dengan kalau pendidikannya relatif makin rendah sehingga secara umum pada akhirnya memang di kita penyerapan tenaga kerjanya baik dan tingkat penganggurannya juga relatif lebih terkendali," ujar Sugeng.

Menurut dia, karakter pasar kerja di Babel relatif tidak terlalu sulit untuk dimasuki para usia produktif, persyaratannya pun tidak terlalu berat walaupun risikonya orang-orang lebih mudah berganti pekerjaan. 

“Begitu pertanian lagi panen pindah dari pertanian, nanti pertambangan lagi ramai masuk ke pertambangan. Itu sangat dinamis menjadi salah satu potensi juga bagi kita untuk bisa menekan tingkat pengangguran, karena memang masyarakat punya banyak pilihan untuk bekerja," tutur Sugeng. (riz)

Sumber: Bangka Pos
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved