Sabtu, 6 Juni 2026

Berita Belitung Timur

Satu SPPG di Belitung Timur Belum Kantongi SLHS

Dari 8 SPPG yang beroperasi di Beltim saat ini, 7 di antaranya sudah mengantongi sertifikat laik higiene dan sanitasi (SLHS)

Tayang:
Editor: suhendri
Dok. Dinas Kesehatan Beltim
PENINJAUAN LAPANGAN - Jajaran Dinas Kesehatan Belitung Timur melakukan peninjauan lapangan dan pemeriksaan standar sanitasi di salah satu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kecamatan Simpang Pesak, 17 Juli 2025. Pengawasan ketat yang dilakukan secara konsisten sejak tahun lalu tersebut kini membuahkan hasil, yakni 7 dari 8 SPPG di Belitung Timur telah resmi mengantongi SLHS per Rabu (11/3) guna menjamin kualitas program MBG. 

Selain itu, denah atau layout dapur juga diperiksa ketat untuk memastikan alur kerja di dapur tetap higienis.

Satu yang paling penting, menurut Dianita, adalah kompetensi sumber daya manusianya.

Petugas yang memasak harus sudah memiliki sertifikat kursus keamanan pangan siap saji.

"Kami tidak ingin ada celah. Orang yang mengolah makanan harus paham bagaimana menjaga keamanan pangan sejak dari bahan baku hingga tersaji di piring," ujarnya.

Dianita mengakui bahwa kendala utama dalam proses sertifikasi tersebut biasanya muncul saat pemeriksaan sampel air dan makanan di laboratorium.

Sertifikat SLHS hanya akan dikeluarkan jika hasil pemeriksaan sampel menunjukkan bahwa air yang digunakan dan makanan yang dihasilkan benar-benar memenuhi syarat kesehatan.

 Jika ditemukan ketidaksesuaian, dapur tersebut harus melakukan perbaikan.

Dianita berharap dengan adanya pengawasan ketat dan percepatan sertifikasi tersebut, orang tua siswa di Belitung Timur tidak perlu merasa waswas terhadap program MBG yang dijalankan pemerintah.

Dinas Kesehatan Belitung Timur berkomitmen untuk terus mendampingi setiap SPPG agar prosedur operasional standar (SOP) kesehatan tetap terjaga setiap harinya, bukan hanya saat penilaian sertifikasi saja.

Lebih lanjut, Dianita mengatakan, keberhasilan program MBG diukur dari asupan yang terjamin kebersihannya.

"Tujuan akhirnya adalah melindungi generasi kita. Kami akan terus pastikan sisa satu SPPG tersebut segera menyusul agar seluruh dapur pelayanan gizi di Beltim seratus persen terakreditasi sehat," tuturnya. 

Bawa sampel ke Pangkalpinang 

Kepala SPPG YKB Manggar, Akbar Imam Muttaqin, mengatakan, SLHS mewajibkan adanya uji sampel makanan.

Dikarenakan saat ini mereka hanya mendistribusikan menu kering seperti roti, uji laboratorium belum bisa dilakukan secara akurat sesuai standar petunjuk teknis (juknis) yang ada.

SPPG YKB Manggar rencananya baru akan menggulir menu basah atau paket nasi dalam wadah ompreng secara penuh setelah Lebaran nanti.

Momentum itulah yang ditunggu Imam untuk mengambil sampel makanan dan mengirimnya ke laboratorium di Pangkalpinang.

Sumber: Bangka Pos
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved