Berita Belitung Timur
Satu SPPG di Belitung Timur Belum Kantongi SLHS
Dari 8 SPPG yang beroperasi di Beltim saat ini, 7 di antaranya sudah mengantongi sertifikat laik higiene dan sanitasi (SLHS)
Selain itu, denah atau layout dapur juga diperiksa ketat untuk memastikan alur kerja di dapur tetap higienis.
Satu yang paling penting, menurut Dianita, adalah kompetensi sumber daya manusianya.
Petugas yang memasak harus sudah memiliki sertifikat kursus keamanan pangan siap saji.
"Kami tidak ingin ada celah. Orang yang mengolah makanan harus paham bagaimana menjaga keamanan pangan sejak dari bahan baku hingga tersaji di piring," ujarnya.
Dianita mengakui bahwa kendala utama dalam proses sertifikasi tersebut biasanya muncul saat pemeriksaan sampel air dan makanan di laboratorium.
Sertifikat SLHS hanya akan dikeluarkan jika hasil pemeriksaan sampel menunjukkan bahwa air yang digunakan dan makanan yang dihasilkan benar-benar memenuhi syarat kesehatan.
Jika ditemukan ketidaksesuaian, dapur tersebut harus melakukan perbaikan.
Dianita berharap dengan adanya pengawasan ketat dan percepatan sertifikasi tersebut, orang tua siswa di Belitung Timur tidak perlu merasa waswas terhadap program MBG yang dijalankan pemerintah.
Dinas Kesehatan Belitung Timur berkomitmen untuk terus mendampingi setiap SPPG agar prosedur operasional standar (SOP) kesehatan tetap terjaga setiap harinya, bukan hanya saat penilaian sertifikasi saja.
Lebih lanjut, Dianita mengatakan, keberhasilan program MBG diukur dari asupan yang terjamin kebersihannya.
"Tujuan akhirnya adalah melindungi generasi kita. Kami akan terus pastikan sisa satu SPPG tersebut segera menyusul agar seluruh dapur pelayanan gizi di Beltim seratus persen terakreditasi sehat," tuturnya.
Bawa sampel ke Pangkalpinang
Kepala SPPG YKB Manggar, Akbar Imam Muttaqin, mengatakan, SLHS mewajibkan adanya uji sampel makanan.
Dikarenakan saat ini mereka hanya mendistribusikan menu kering seperti roti, uji laboratorium belum bisa dilakukan secara akurat sesuai standar petunjuk teknis (juknis) yang ada.
SPPG YKB Manggar rencananya baru akan menggulir menu basah atau paket nasi dalam wadah ompreng secara penuh setelah Lebaran nanti.
Momentum itulah yang ditunggu Imam untuk mengambil sampel makanan dan mengirimnya ke laboratorium di Pangkalpinang.
| Pemkab Belitung Timur Gandeng BRIN Kaji Arsip Sejarah Daerah |
|
|---|
| Prevalensi Stunting di 5 Desa Beltim di Atas Target 15,38 Persen, Renggiang Tertinggi |
|
|---|
| 178 Atlet Pelajar Berlaga di O2SN Belitung Timur 2026 |
|
|---|
| Beltim Sediakan Kuota 3.221 Siswa SD/MI dan 2.439 Siswa SMP/MTs di SPMB 2026 |
|
|---|
| Antisipasi Server “Down”, Pemkab Beltim Pisahkan Jadwal Pendaftaran SPMB SD dan SMP |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/babel/foto/bank/originals/20260311_tinjau-SPPG.jpg)