Minggu, 7 Juni 2026

Berita Kriminal

Pemilik Warung Jadi Korban Peredaran Uang Palsu

Seorang pemilik warung kelontong di Desa Maras Senang, Kecamatan Bakam, Kabupaten Bangka menjadi korban peredaran uang palsu (upal).

Tayang:
Handout/ SRIPOKU.COM
ILUSTRASI - Pemilik warung di Pagaralam yang menunjukan uang palsu yang terima oleh oknum pembeli. 

BAKAM, BABEL NEWS - Seorang pemilik warung kelontong di Desa Maras Senang, Kecamatan Bakam, Kabupaten Bangka menjadi korban peredaran uang palsu (upal). Hal ini bermula ketika saat itu warung kelontong milik Rokibah kedatangan seorang pria, Jumat (27/3).

Kapolsek Bakam, Ipda Harun Pardamean Simanjuntak menjelaskan kronologi peristiwa itu ketika terduga pelaku datang dari arah Mentok dan kemudian berhenti dan berbelanja di toko kelontong tersebut.

Saat itu, toko kelontong milik korban memang sedang dalam keadaan ramai pembeli. Terduga pelaku membeli minuman dengan harga Rp8 ribu dan membayar menggunakan uang pecahan Rp100 ribu.

"Korban kemudian memberikan uang kembalian kepada terduga pelaku tersebut. Namun kecurigaan sudah dirasakan korban dan bahkan sempat berucap kepada terduga pelaku bahwa uang pecahan Rp100 ribu tersebut seperti uang palsu," kata Harun Pardamean Simanjuntak, Sabtu (28/3).

Namun, saat itu terduga pelaku saat itu membantah korban dan menyebut supaya tidak berbicara sembarang. Setelah itu, terduga pelaku pun bergegas pergi meninggal toko kelontong tersebut dan melaju menggunakan sepeda motor ke arah Pangkalpinang. "Korban juga sempat melihat di dalam amplop yang dipegang terduga pelaku banyak uang pecahan Rp100 ribu," jelasnya.

Lebih lanjut, karena memang merasa sudah curiga sejak awal, korban kemudian melakukan tes fisik uang Rp100 ribu tersebut dengan dicelupkan ke dalam air. Alhasil, kertas uang tersebut kemudian menjadi lusuh dan warnanya memudar, tidak seperti uang asli.

"Uangnya itu kalau diraba licin, enggak kayak uang asli, kayak uang-uang mainan itulah, tapi bentuknya kayak uang asli. Terus kalau dicelup ke air warnanya memudar," ungkap Harun Pardamean Simanjuntak.

Oleh karena itu, dirinya meminta masyarakat, terutama pemilik usaha pertokoan dan semacamnya untuk waspada apabila mendapatkan uang dengan ciri-ciri serupa. Dirinya pun turut mengungkap ciri-ciri fisik dan kendaraan terduga pelaku yang mengedarkan uang palsu tersebut yang mempunyai postur badan tinggi besar, memakai helm serta jaket warna hitam dan memakai motor matik.

"Hingga saat ini kami masih terus dilakukan pendalaman lebih lanjut terhadap temuan tersebut," ujarnya. (u2)

Sumber: Bangka Pos
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved