Berita Bangka Barat
BPBD Bangka Barat Ingatkan Musim Kemarau Mulai Terjadi, Warga Diminta Hemat Air
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bangka Barat, mengingatkan musim kemarau mulai terjadi di wilayahnya.
MENTOK, BABEL NEWS - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bangka Barat, mengingatkan musim kemarau mulai terjadi di wilayahnya. Selain itu, pihaknya meminta warga untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran lahan dan kekeringan yang bakal melanda.
Kepala BPBD Kabupaten Bangka Barat, Safrizal mengatakan, musim kemarau 2026 diprediksi datang lebih awal dibandingkan biasanya. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan sebagian besar wilayah Indonesia bakal mulai memasuki musim puncak kemarau pada periode April, Juni dan Agustus 2026.
Dalam laporan prediksi musim kemarau 2026, BMKG menyebutkan, musim kemarau tahun ini cenderung maju dan berpotensi berlangsung lebih panjang di sebagian besar wilayah Indonesia. "Saat ini kita mulai memasuki musim kemarau. Masyarakat, sehingga diimbau untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar," kata Safrizal, Minggu (29/3).
Diakuinya, saat ini sudah terdeteksi banyak titik panas atau hotspot. Khususnya di wilayah Kabupaten Bangka Barat. "Untuk itu, kami mohon kerja sama agar setiap aktivitas pembukaan lahan dapat dipantau dan tidak dilakukan dengan pembakaran," jelasnya.
Ia juga mengingatkan masyarakat untuk tidak membakar sampah. Pembersihan lingkungan sebaiknya dilakukan dengan cara lain, seperti ditimbun. "Mengingat kondisi kekeringan yang mulai terjadi dan diperkirakan mencapai puncaknya pada bulan Agustus. Masyarakat diharapkan mulai berhemat dalam penggunaan air sejak sekarang," ujarnya.
Menurutnya, musim kemarau tahun ini diperkirakan cukup panjang, dengan puncak pada Agustus. "Meskipun saat ini masih terdapat hujan, kita harus tetap waspada dan siap menghadapi kondisi kering. Perubahan cuaca seperti angin, pasang air laut, hingga kondisi kering harus diantisipasi sejak dini," jelasnya.
Selain itu, khusus bagi para nelayan, Safrizal meminta untuk selalu memperhatikan informasi cuaca terbaru, sebelum melaut. Pastikan perlengkapan keselamatan dan navigasi, seperti GPS, tersedia.
"Hal ini penting untuk mengantisipasi kondisi di tengah laut seperti kabut, keterbatasan bahan bakar, hingga risiko tersesat. Nelayan juga diingatkan untuk tidak melaut sendirian demi keselamatan," tegasnya.
Safrizal juga menegaskan, dengan datangnya musim kemarau, pihaknya turut memantau sejumlah titik panas atau hotspot di sejumlah wilayah yang ada di Bangka Barat. Karena rawan dengan kebakaran hutan dan lahan. (riu)
| HUT Ke-23 Kabupaten Bangka Barat, DPRD Ajak Semua Elemen Masyarakat Bangun Daerah |
|
|---|
| Pelaku Pembunuhan Sepupu Terancam 20 Tahun Penjara |
|
|---|
| Nelayan Resah Aktivitas Ponton Selam di Perairan Laut Enjel Mentok, Polisi Amankan 6 Pekerja Tambang |
|
|---|
| Vaksinasi PMK Hewan Kurban di Bangka Barat Tembus 100 Persen |
|
|---|
| Optimalkan Ruang Tidak Terpakai, Rutan Kelas IIB Mentok Siasati Over Kapasitas WBP |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/babel/foto/bank/originals/Kepala-Badan-Kesbangpol-Bangka-Barat-Safrizal.jpg)