Kamis, 16 April 2026

Berita Belitung Timur

KPU Belitung Timur Sisir Empat Desa

Mereka menyisir satu per satu rumah warga dan dokumen kependudukan di tingkat desa pada Kamis, 9 April 2026.

Dokumentasi
PROSES COKTAS -Petugas KPU Belitung Timur melakukan proses pencocokan dan penelitian terbatas (Coktas) mendatangi langsung rumah warga di Kecamatan Kelapa Kampit pada Kamis, 9 April 2026. 

KELAPA KAMPIT, BABEL NEWS - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Belitung Timur melakukan percepatan pencocokan dan penelitian terbatas (Coktas) guna menjamin keakuratan data pemilih pada gelaran pesta demokrasi mendatang. Mereka menyisir satu per satu rumah warga dan dokumen kependudukan di tingkat desa pada Kamis, 9 April 2026.

Langkah strategis ini dilakukan serentak di empat desa di Kecamatan Kelapa Kampit, yakni Desa Mentawak, Desa Senyubuk, Desa Pembaharuan, dan Desa Mayang. Meskipun dalam pelaksanaannya sempat diguyur hujan lebat, tim KPU tetap bergerak ke kantor desa hingga mendatangi pemukiman warga.

Kepala Divisi Perencanaan, Data, dan Informasi KPU Belitung Timur, Muhammad Tahir mengatakan, tahapan coktas sangat penting dalam pemutakhiran data pemilih. "Kegiatan coktas ini merupakan tahapan krusial dalam memastikan data pemilih benar-benar sesuai dengan kondisi nyata di lapangan" ujar Tahir, Senin (13/4).

 Fokus utama dari kegiatan coktas terbatas ini adalah pendataan terhadap pemilih baru yang telah memenuhi syarat secara usia maupun administrasi. Selain itu, petugas juga melakukan verifikasi terhadap pemilih pindahan yang masuk ke wilayah Kelapa Kampit.

KPU Belitung Timur mencocokkan identitas warga pada daftar pemilih dengan dokumen resmi asli, seperti Kartu Tanda Penduduk elektronik (e-KTP) dan Kartu Keluarga (KK) dalam proses coktas ini.

KPU juga berupaya meminimalisir potensi kesalahan data, seperti adanya pemilih ganda atau duplikasi. Selain itu, petugas juga menyisir data pemilih yang sudah tidak memenuhi syarat (TMS) namun masih tercatat dalam sistem.

Tahir mengimbau kepada seluruh lapisan masyarakat untuk berperan aktif dan terbuka saat petugas datang melakukan pendataan. Menurutnya, partisipasi warga sangat membantu mempercepat proses akurasi data. "Masyarakat tidak perlu ragu menunjukkan dokumen aslinya, karena petugas kami bekerja sesuai kode etik untuk sinkronisasi data ini," ucapnya.

Adapun dalam pelaksanaannya, Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Belitung Timur turut melakukan pengawasan di setiap lokasi desa yang menjadi sasaran coktas ini. "Kerja sama ini penting untuk memastikan setiap prosedur di lapangan berjalan sesuai aturan, sehingga tidak ada hak pilih warga yang terlewat," ungkap Tahir. (z1)

Sumber: Bangka Pos
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved