Sabtu, 16 Mei 2026

Berita Belitung Timur

Dinas Sosial Belitung Timur Dorong Pengefektifan Kembali Jam Malam bagi Remaja

Langkah ini dinilai mampu meminimalisasi anak maupun remaja terjebak dalam aktivitas negatif di luar rumah.

Tayang:
Editor: suhendri
DOK BANGKA POS
Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Belitung Timur, Ronny Setiawan. 

MANGGAR, BABEL NEWS - Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DSP3A) Kabupaten Belitung Timur, Kepulauan Bangka Belitung, mendorong pengefektifan kembali jam malam bagi bagi anak-anak dan remaja di Beltim.

Langkah ini dinilai mampu meminimalisasi anak maupun remaja terjebak dalam aktivitas negatif di luar rumah.

Kepala DSP3A Beltim Ronny Setiawan mengatakan, tanggung jawab utama perlindungan anak berada di tangan orang tua atau wali.

Hal ini merujuk pada batasan umur anak yang secara hukum masih memerlukan pengawasan melekat.

"Kami ingin mengingatkan kembali masyarakat bahwa menjaga anak masing-masing adalah kewajiban orang tua. Selama masih dalam batasan umur, mereka adalah tanggung jawab pengawasan wali," kata Ronny, Rabu (13/5/2026).

Demi mendukung pengawasan tersebut, Ronny mendorong agar kebijakan daerah mengenai penerapan jam malam bagi remaja dan anak-anak maupun remaja kembali diefektifkan.

Langkah tersebut dianggap mampu meminimalisasi anak-anak dan remaja terjebak dalam aktivitas negatif di luar rumah.

Ronny menegaskan, penerapan jam malam bukan bermaksud membatasi ruang gerak para remaja, melainkan sebagai langkah pencegahan agar mereka tidak berada di lingkungan yang rawan terjadi pelanggaran pada jam-jam rentan.

"Kami berharap kebijakan daerah seperti penerapan jam malam untuk remaja dan anak-anak itu coba untuk kembali diefektifkan di lapangan," ujarnya.

DSP3A Beltim tengah melakukan pemetaan wilayah guna memberikan edukasi yang lebih masif.

Berdasarkan data kasus yang ada, wilayah Kecamatan Manggar dan Gantung menjadi perhatian khusus karena memiliki potensi kerawanan yang cukup tinggi.

DSP3A Beltim, lanjut Ronny, berencana mendatangi sekolah-sekolah di wilayah tersebut guna memberikan sosialisasi langsung. Upaya ini dilakukan agar pelanggaran hukum, norma, adab, hingga sopan santun tidak terulang lagi di kalangan pelajar.

"Wilayah sekolah ini nanti coba akan kita masuki untuk diberikan imbauan. Jangan sampai terjadi pelanggaran nilai-nilai di kemudian hari," kata Ronny. (z1)

Sumber: Bangka Pos
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved