Berita Bangka
Pemkab Bangka Batasi Akses Cegah Penyebaran Malaria
Pemerintah Kabupaten Bangka mengambil langkah tegas guna memutus rantai penyebaran virus malaria yang kian meluas.
SUNGAILIAT, BABEL NEWS - Pemerintah Kabupaten Bangka mengambil langkah tegas guna memutus rantai penyebaran virus malaria yang kian meluas. Mulai Jumat (15/5), pemerintah memberlakukan pembatasan akses masuk atau semi-lockdown di beberapa titik yang menjadi zona merah penyebaran virus.
Pelaksana Harian (Plh) Kepala Satpol PP Kabupaten Bangka, Achmad Suherman mengatakan, keputusan ini merupakan tindak lanjut dari instruksi Bupati Bangka setelah dilakukan evaluasi bersama Dinas Kesehatan dan Sekretaris Daerah (Sekda), pada Kamis (14/5).
"Mulai Jumat kami melarang orang luar untuk masuk ke wilayah tertentu. Ini statusnya semi-lockdown untuk mensterilkan lokasi karena virus malaria ini sudah menyebar hingga ke daerah Bubus dan Batu Atap," ungkap Achmad Suherman.
Ia menjelaskan, kebijakan ini direncanakan berlangsung selama tiga minggu ke depan. Namun, evaluasi akan terus dilakukan yaitu jika dalam dua minggu situasi sudah membaik, maka akses dapat kembali dibuka secara bertahap.
Menurutnya, untuk memaksimalkan pengawasan, tim gabungan telah dibentuk yang terdiri dari berbagai instansi terkait seperti Satpol PP, Bhabinkamtibmas, Babinsa, BPBD, Linmas, dan puskesmas. Pemerintah daerah juga telah menetapkan dua titik strategis, untuk pendirian posko pemeriksaan guna memantau mobilitas warga yang hendak keluar masuk.
"Posko pertama berada di antara kawasan Bubus dan Stasiun 2, lalu posko kedua berada di Simpang Batu Atap. Jadi, Setiap warga yang masuk akan kami periksa kepentingannya. Jika tidak mendesak, kami arahkan untuk tidak masuk dulu meskipun mereka memiliki KTP sini," ucapnya.
Terutama, bagi warga yang ingin keluar wilayah, petugas akan melakukan tracking kesehatan. Jika ditemukan warga yang memiliki gejala sakit, maka tidak diperbolehkan keluar dan akan segera diarahkan ke puskesmas atau rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan medis. "Langkah ini diambil demi keselamatan bersama, agar wabah malaria tidak semakin meluas ke wilayah lain di Kabupaten Bangka," harapnya.
Diketahui sebelumnya, puluhan warga Kecamatan Belinyu positif terkena malaria, setelah dilaksanakan screning oleh tim medis dari Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka, di Kelurahan Bukit Ketok, Kecamatan Belinyu, Sabtu (9/5) siang. (v1)
| Pemkab Bakal Kaji Wacana Penurunan Harga Tiket Bianglala dan Rainbow Slide di Himpang Lima Habang |
|
|---|
| Bangka Selatan Optimistis Koperasi Desa Bawa Kesejahteraan |
|
|---|
| DPRD Minta Bus Sekolah Tetap Beroperasi di Bangka Selatan |
|
|---|
| Perusahaan di Bangka Selatan Didorong Segera Daftarkan Pekerja ke BPJS Ketenagakerjaan |
|
|---|
| DPUTRP Bangka Tengah Tinjau Drainase di Koba, Ada yang Tertutup Bangunan hingga Tumpukan Sampah |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/babel/foto/bank/originals/Plh-Kasatpol-PP-Kabupaten-Bangka-Achmad-Suherman.jpg)