Berita Bangka Selatan
Dana SPPG Toboali Teladan Belum Cair, 2.723 Orang Setop Sementara Terima MBG
Pendistribusian program makan bergizi gratis (MBG) terpaksa dihentikan sementara sejak 8 Juni 2026.
TOBOALI, BABEL NEWS - Suasana di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Teladan, Toboali, Bangka Selatan, tampak berbeda dari biasanya. Tidak terdengar hiruk-pikuk aktivitas persiapan makanan maupun lalu lalang petugas yang bersiap melakukan distribusi makan gizi gratis.
Dua unit mobil boks terlihat terparkir rapi di dalam garasi. Kendaraan yang biasa digunakan untuk mengantarkan makanan ke sekolah-sekolah dan kelompok penerima manfaat itu kini hanya diam tanpa aktivitas. Tidak ada petugas yang sibuk memuat kotak makanan ataupun memeriksa rute pengiriman seperti hari-hari sebelumnya.
Kondisi serupa terlihat di area dapur. Ruangan yang biasanya dipenuhi aroma masakan dan kesibukan para relawan tampak kosong tanpa aktivitas memasak. Peralatan dapur tersusun rapi di tempatnya, sementara meja-meja kerja tidak digunakan sejak operasional dihentikan sementara.
Kepala SPPG Bangka Selatan Toboali Teladan, Haikal Akbar, mengatakan pendistribusian program makan bergizi gratis (MBG) terpaksa dihentikan sementara sejak 8 Juni 2026. Penghentian layanan tersebut dilakukan karena pihaknya belum menerima pencairan dana yang menjadi sumber pembiayaan kegiatan.
Kondisi tersebut membuat seluruh aktivitas distribusi makanan tidak dapat dilaksanakan. SPPG telah menyampaikan laporan terkait kendala tersebut kepada pihak atasan. "Untuk SPPG Teladan kita sudah berhenti sementara dari tanggal 8 Juni 2026 sampai saat ini kita masih belum jalan," kata Haikal Akbar, Kamis (11/6).
Menurut Haikal Akbar, hingga kini belum ada informasi pasti mengenai kapan anggaran tersebut akan dicairkan. Pihaknya masih menunggu kepastian agar operasional dapat kembali berjalan normal. Begitu dana tersedia, SPPG akan segera menginformasikan kepada seluruh penerima manfaat.
Selama beroperasi normal, SPPG Teladan melayani sebanyak 2.723 penerima manfaat yang terdiri dari kelompok ibu hamil, ibu menyusui, balita, serta peserta didik di sejumlah sekolah. Dari jumlah tersebut, kelompok 3B atau bumil, busui, dan balita mencapai 515 penerima manfaat. Rinciannya terdiri dari 28 ibu hamil, 91 ibu menyusui, dan 396 balita. "Untuk penerima manfaat kita sekarang untuk normal kita di angka 2.723," jelas Haikal Akbar. (u1)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/babel/foto/bank/originals/CEK-PROGRAM-MBG123.jpg)