Jumat, 12 Juni 2026

Berita Pangkalpinang

Lapas Narkotika Sukses Budi Daya Pakcoi Hidroponik

Lapas Narkotika Kelas IIA Pangkalpinang sukses mengalihfungsikan lahan kosong untuk budi daya hidroponik sayuran pakcoi.

Tayang:
Bangka Pos
PANEN PAKCOI - Kepala Lapas Narkotika Kelas IIA Pangkalpinang Novriadi, saat melakukan panen pakcoi di lahan kosong Lapas Narkotika Pangkalpinang, Rabu (10/6). 

PANGKALPINANG, BABEL NEWS - Lapas Narkotika Kelas IIA Pangkalpinang sukses mengalihfungsikan lahan kosong untuk budi daya hidroponik sayuran pakcoi. Pihak Lapas juga memberikan kesempatan bagi para warga binaan untuk dapat mengembangkan keterampilan hidroponik. 

Kepala Lapas Narkotika Kelas IIA Pangkalpinang, Novriadi, mengatakan budi daya hidroponik dipilih dikarenakan lebih efektif dan telah memberikan hasil yang memuaskan meski baru dijalankan sekitar dua hingga tiga bulan terakhir.

"Kami memilih hidroponik karena media tanam langsung ke tanah, tidak memungkinkan dengan kondisi tanah di sini. Alhamdulillah, setelah dicoba selama 2-3 bulan, hasilnya cukup baik dan bisa dipanen," ujar Novriadi, Rabu (10/6).

Pada panen kali ini, tercatat sekitar 45 kilogram pakcoi berhasil dikumpulkan dari 20 lubang tanam. Sementara itu, di lahan terdekat sedang disiapkan pengembangan tambahan dengan kapasitas sekitar 100 lubang tanam yang diharapkan bisa dipanen pada bulan depan.

Ke depannya, Novriadi menargetkan seluruh lahan yang tersedia dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk budi daya serupa, sejalan dengan arahan pimpinan Kanwil Ditjenpas Babel dan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Republik Indonesia (Kemenimipas).

"Target kami, seluruh lahan yang ada bisa dimanfaatkan untuk kegiatan pertanian. Semua warga binaan akan mendapatkan pelatihan secara bertahap sesuai minat dan bakat masing-masing," bebernya.

Selain budi daya sayuran hidroponik, Lapas Narkotika Pangkalpinang juga mengembangkan kegiatan pertanian dan peternakan seperti budi daya ikan gurami dan lele di kolam, serta pemeliharaan belasan ekor ayam petelur.

"Kegiatan ini bertujuan memberikan bekal keterampilan kepada warga binaan, agar nanti setelah bebas mereka bisa mandiri. Mereka dilibatkan setelah melalui asesmen minat dan bakat, sehingga yang terlibat benar-benar memiliki ketertarikan dan kesungguhan," jelasnya.

Novriadi berharap program ini dapat terus berkembang dan mendapatkan dukungan dari berbagai pihak, sehingga semakin banyak warga binaan yang mendapatkan manfaat dan bekal hidup yang berguna di masa depan.

"Untuk hasil panen yang diperoleh sebagian didistribusikan, ke masyarakat sekitar dan sebagian lagi dijual. Keuntungan yang didapatkan akan digunakan kembali untuk mengembangkan usaha budi daya tersebut secara berkelanjutan, didukung juga anggaran dari DIPA untuk keperluan pelatihan," ungkapnya. (riz)

Sumber: Bangka Pos
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved