Breaking News:

Bangka Satu-satunya di Babel yang Masih PPKM Level 4, Sudah 4 Kali Berturut, Ini Biang Keroknya

Kabupaten Bangka merupakan satu-satunya daerah di Babel yang masih level 4. Status ini tak berubah walau PPKM sudah diperpanjang sebanyak 4 kali

Editor: Dedy Qurniawan
Bangkapos.com/Arya Bima Mahendra
Bupati Bangka, Mulkan. 

Sebetulnya dia bilang, wilayah dengan asesmen PPKM Level 4 di luar Pulau Jawa-Bali menurun dari sebelumnya diberlakukan di 23 kabupaten/kota.

Selama dua minggu terakhir, 15 wilayah dari 23 kabupaten/kota yang menerapkan PPKM Level 4 turun menjadi level 3.

Adapun 7 kabupaten dan kota lainnya turun dari level 3 ke level 1.

"Level asesmen II dari 118 kabupaten/kota menjadi 249 kabupaten/kota

Dan level asesmen I menjadi 18 kabupaten/kota. PPKM level 4 masih diberlakukan di 10 kabupaten/kota karena terkait aglomerasi, jumlah penduduk, maupun tingkat vaksinasi yang masih di bawah 50 persen," ucap dia.

Di wilayah PPKM Level 4, pusat perbelanjaan/mall/pusat perdagangan hanya diizinkan buka hingga pukul 20.00 waktu setempat di wilayah PPKM level 4.

Pusat perbelanjaan ini diizinkan beroperasi 50 persen dengan menggunakan aplikasi PeduliLindungi untuk mendeteksi orang yang masuk dan menerapkan protokol kesehatan.

Selanjutnya, penduduk dengan usia di bawah 12 tahun dan di atas 70 tahun dilarang memasuki pusat perbelanjaan.

Bioskop, tempat bermain anak-anak, dan tempat hiburan dalam pusat perbelanjaan, mall, dan pusat perdagangan ditutup.

Kemudian, warung makan, warteg, pedagang kaki lima, lapak jajanan dan sejenisnya diizinkan buka dengan prokes ketat, memakai masker, mencuci tangan, dan hand sanitizer.

Sedangkan restoran, rumah makan, dan kafe yang berada di lokasi tersendiri maupun pusat perbelanjaan dapat melayani makan di tempat dengan jam operasional sampai jam 20.00 waktu setempat.

Kapasitas pengunjung maksimal hanya 25 persen dengan 2 orang per meja. "Jadi pengaturan masih sama dengan periode sebelumnya, dengan penyesuaian di wilayah PPKM Level 3," pungkas Airlangga.

Baca juga: ABG Bangka Belitung Mencuri di Rumah Wanita Muda, Sempat Tergoda Lihat Korban Terbangun dari Tidur

Lebih rinci, ini daftar lengkap daerah yang masih level 4 saat PPKM diperpanjang sampai 4 Oktober 2021:

1. Aceh Tamiang, Provinsi Aceh

2. Kabupaten Pidie, Provinsi Aceh

3. Bangka, Bangka Belitung

4. Kota Padang, Sumatera Barat

4. Banjarbaru, Kalimantan Selatan

5. Balikpapan, Kalimantan Timur

6. Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur

7. Tarakan, Kalimantan Utara

8. Bulungan, Kalimantan Utara

9. Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

Penyebab Bangka Level 4 Sebanyak 4 Kali Berturut

Pemerintah Kabupaten Bangka mengaku cukup kebingungan dan tak puas dengan keputusan pemerintah pusat dalam menetukan status PPKM level 4 Kabupaten Bangka.

Pasaalnya, ini sudah kali keempat masa perpanjangan PPKM level 4 di Kabupaten Bangka.

Di saat status daerah lain menurutn, tetap saja Kabupaten Bangka menjadi 1 diantara wilayah dengan status PPKM level 4

Bupati Bangka, Mulkan mengaku belum merasa puas dengan penanganan covid-19 yang menyebabkan Kabupaten Bangka masih level 4.

"Yang menyebabkan Kabupaten Bangka masih level 4 disebabkan adanya RSUP dan ICU yang berada di wilayah Kabupaten Bangka sehingga pasien yg masuk di RSUP menjadi beban data Pemkab Bangka," kata Mulkan saat dihubungi Bangkapos.com, Senin (20/9/2021).

Meski demikian, Mulkan menyebutkan bahwa Pemkab Bangka akan terus berupaya semaksimal mungkin dalam hal penanganan covid-19 di Kabupaten Bangka.

Adapun salah satu langkah yang dilakukan adalah dengan membentuk duta vaksinasi dalam rangka percepatan vaksinasi di Kabupaten Bangka.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka, dr Then Suyanti menyampaikan bahwasannya terdapat kekeliruan perhitungan angka dalam menentukan PPKM yang dilakukan oleh pemerintah pusat.

"Sudah saya lapor ke menteri agar merevisi rumus perhitungan karena perhitungannya kurang akurat," kata Then.

Menurut Then karena banyaknya rumah sakit yang ada di Kabupaten Bangka, maka beberapa pasien dari daerah lain ada yang dirawat di rumah sakit yang ada di Kabupaten Bangka.

"Pertama RSUP itu letaknya di Kabupaten Bangka, selain itu ada juga rumah sakit di Kabupaten Bangka lainnya yang menerima pasien dari Pangkalpinang, Bangka Tengah, Bangka Barat dan Bangka Selatan. Oleh karena itulah jumlah pasien kita yang dirawat kelihatannya banyak," ungkap Then.

Baca juga: Detik-detik Warga Permis Diterkam Buaya Saat Mukat, Hakim Minta Tolong Saat Diseret ke Tengah Laut

Selain itu, menurut dia, rumus perhitungan jumlah pasien yang sedang menjalani perawatan dinilai kurang akurat sebagai indikator penentuan PPKM terhadap suatu wilayah.

"Seharusnya, walaupun pasiennya dirawat di rumah sakit Kabupaten Bangka, tetapi pendataannya harus masuk ke wilayah masing-masing ataupun masuk data provinsi. Jangan semua beban datanya dimasukan ke kami," tegasnya.

Menurutnya, jika terus begitu, maka seolah-olah jumlah pasien covid-19 di Kabupaten Bangka seakan tidak pernah berkurang.

Hal serupa juga disampaikan oleh Jubir Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Bangka, Boy Yandra.

Menurut Boy, saat ini angka konfirmasi positif dan angka kematian kasus covid-19 di Kabupaten Bangka sudah sangat berkurang.

"Akhir-akhir ini angka positif harian kita paling cuma 2-3 orang, bahkan beberapa hari yang lalu sempat 0 kasus selama 2 hari," kata Boy.

Boy menilai, ketersediaan BOR lah yang menjadi indikator terbesar penentuan PPKM oleh pemerintah pusat.

"Secara penanganan 3T, vaksinasi, kasus harian, dan kasus kematian angka-angkanya sudah bagus semua, cuma ya itu tadi, perhitungannya memang agak kurang akurat," ujarnya.

Ia pun mengaku cukup kebingungan dengan sistem penilaian yang dilakukan oleh pemerintah pusat, dan berharap agar BOR bukan jadi acuan tunggal dalam menentukan status PPKM suatu wilayah.

(kompas.com/Bangkapos.com/Arya Bima Mahendra)

Berita Populer
Sumber: Bangka Pos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved