Rabu, 13 Mei 2026

Kabar Belitung

Kapal Pinisi 'Berlabuh' di Museum Maritim Belitung

Mengunjungi Museum Maritim Belitung, pengunjung dapat melihat perjalanan dunia kemaritiman Nusantara.

Tayang:
Editor: Rusaidah
Bangka Pos/Adelina Nurmalitasari
Kapal pinisi yang menjadi ikon Museum Maritim Belitung. 

TANJUNGPANDAN, BABEL NEWS - Mengunjungi Museum Maritim Belitung, pengunjung dapat melihat perjalanan dunia kemaritiman Nusantara.

Miniatur kapal dan narasi sarat pengetahuan dikemas sedemikian rupa.

Yang paling megah tentu saja maha karya Kapal Pinisi yang 'berlabuh' di tengah-tengah bangunan dua lantai yang berada di Desa Sijuk, Kecamatan Sijuk ini.

Kapal Pinisi yang terpajang di Museum Maritim Belitung disebut-sebut memiliki ukuran yang persis dengan aslinya.

Kapal berukuran panjang sekitar 22 meter ini memiliki layar terbentang dengan total ketinggian hampir 18 meter.

Exhibit Specialist Kemendikbud Dani Juwastanto mengatakan bahwa karya seni masyarakat Suku Bugis, Sulawesi Selatan ini telah ditetapkan menjadi warisan dunia.

Tepatnya pada 2017 lalu, UNESCO menetapkan seni pembuatan kapal Pinisi sebagai karya agung warisan manusia yang lisan dan takbenda.

"Belitung pun termasuk dikenal sebagai pelaut. Ada sejarahnya kapal pinisi masuk Belitung tahun 1865," ujarnya, Rabu (31/8).

Pinisi sebenarnya merujuk pada sistem layar. Koleksi kapal pinisi di Museum Maritim Belitung menampilkan kapal tradisional tanpa mesin.

Berbeda dengan kapal yang pinisi yang dapat dilihat di Raja Ampat dan Labuan Bajo yang sudah modern karena pendorong utamanya menggunakan mesin.

Proses pembuatan kapal tersebut dilakukan langsung oleh pembuat kapal di Bulukumba, Sulawesi Selatan. Meski bakal jadi koleksi museum, kapal pinisi tersebut diperlakukan layaknya kapal yang bakal mengarungi samudra.

Tradisi adat setempat pun mengiringi prosesi akhir pembuatan kapal tersebut.

"(Kapal) ini dibuat di sana. Idealnya dilayarkan, cuman waktunya pendek, akhirnya dibuat, dibongkar, dirakit lagi di sini," kata Dani.

Selain menampilkan koleksi ikonik kapal pinisi, Museum Maritim juga akan dilengkapi koleksi barang muatan kapal tenggelam (BMKT).

Beragam keramik yang diangkat dari kapal tenggelam di sekitar perairan Pulau Belitung pun bakal menjadi koleksi yang tak kalah ciamik.

Sumber: Bangka Pos
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved