Kabar Belitung

2023, Booking Online Fokus Pengelola Wisata HKm Bukit Peramun Belitung

Objek wisata hutan kemasyarakatan (Hkm) di Belitung mempersiapkan terobosan dalam menghadapi 2023.

Editor: Rusaidah
2023, Booking Online Fokus Pengelola Wisata HKm Bukit Peramun Belitung
Bangka Pos/Adelina Nurmalitasari
Pengunjung saat berada di destinasi wisata Hkm Bukit Peramun di Desa Air Selumar, Belitung.

TANJUNGPANDAN, BABEL NEWS - Objek wisata hutan kemasyarakatan (Hkm) di Belitung mempersiapkan terobosan dalam menghadapi 2023.

Pembenahan dan pembaruan terus dilakukan dalam menggaet wisatawan untuk berkunjung. Seperti dilakukan oleh HKm Bukit Peramun yang dikelola Arsel Community di Desa Air Selumar Belitung.

Ketua Arsel Community Adong mengatakan, sempat tutup lama setelah pandemi dan menjajal sistem baru sehingga wisatawan yang datang harus reservasi secara online atau daring, pengembangan sistem reservasi masih terus dilakukan. Arah pengembangan wisata pun diubah, bukan lagi mempertimbangkan kuantitas namun dari kualitas.

"Yang pasti ada perubahan sistem reservasi, setelah tiga bulan ujicoba, ada peningkatan sesuai dengan kebutuhan wisatawan. Perkembangan (sistem reservasi online) ini bagus dan sesuai harapan," jelasnya, Selasa (17/1).

Sebagai destinasi wisata eksklusif, jelas Adong, penggunaan booking online ini membuat pengelola tidak harus standby. Pengunjung juga mendapat pelayanan maksimal karena saat pemesanan paket wisata, mereka juga mengisi identitas lengkap termasuk riwayat kesehatan. Hal ini memudahkan pemandu menyesuaikan dengan kondisi saat wisatawan berwisata ke Bukit Peramun.

"Terus kami ujicoba, sambil juga wait and see. Kami minta review dari pengunjung dan mahasiswa, apa yang harus diperbaiki, misalnya dari template harus menavigasi wisatawan, nanti akan kami ubah," jelasnya.

Sebagai objek wisata yang menjadi pilot project carbon footprint atau jejak karbon dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Pengelola Bukit Peramun berencana membuat pengunjung dapat berdonasi dari jumlah karbon yang dikeluarkan.

Ia menjelaskan, selama perjalanan menuju Bukit Peramun, wisatawan dari Jakarta, misalnya, menggunakan transportasi pesawat dan mobil. Jumlah karbon yang dikeluarkan akan diakumulasikan dan pengunjung dapat membayarnya dengan membeli bibit pohon untuk ditanam.

Paket wisata yang ditawarkan juga akan terus dikembangkan. Saat ini paket yang ditawarkan masih terpisah, seperti ada paket trekking menyusuri hutan di Bukit Peramun dan paket mencari pelilean atau tarsius. Pengelola objek wisata hutan digital ini berencana menjual paket wisata komplit yang menyusun perjalanan tiga hari dua malam.

Sementara itu, untuk pengembangan fasilitas yang ditawarkan, kini jalur trekking pengunjung untuk jalur naik dan turun dibuat berbeda. Dua jalur berbeda ini dibuat karena sebelumnya wisatawan yang membeli paket menyaksikan sunset atau matahari terbenam kesulitan turun karena trek yang licin.

"Makanya ditindaklanjuti dinas pariwisata, jadi jalur trekking naik dan turun sampai di Batu Kembar dibuat berbeda," tuturnya. (del)

 

Sumber: Bangka Pos
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved