Berita Bangka Selatan

Awal Oktober, Harga Cabai di Bangka Selatan Merangkak Naik

Dari beberapa komoditas yang dijual di pasar tradisional yang ada di Kota Toboali, hanya harga cabai yang mengalami kenaikan.

Bangkapos.com/Cepi Marlianto
Seorang pedagang di Pasar Terminal Toboali ketika tengah menunggu pembeli membeli barang dagangan mereka, Jumat (4/10/2024). Terpantau sejak tiga pekan terakhir harga bahan pokok di pasar cenderung stabil, sementara cabai mengalami kenaikan Rp10.000. 

TOBOALI, BABEL NEWS - Memasuki pekan pertama bulan Oktober 2024 harga bahan pokok di Kabupaten Bangka Selatan, Kepulauan Bangka Belitung masih cenderung terpantau stabil. Dari beberapa komoditas yang dijual di pasar tradisional yang ada di Kota Toboali, hanya harga cabai yang mengalami kenaikan. Sementara harga beberapa bahan pangan lain masih stagnan pada harga normal sejak tiga pekan terakhir.

Kepala Bidang Perdagangan, Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (DKUKMINDAG) Kabupaten Bangka Selatan, Era Fitrawati mengungkapkan, pada pekan pertama bulan Oktober 2024 mayoritas harga bahan pokok yang beredar di tengah masyarakat cenderung stabil dan terkendali. 

Belum terlihat adanya fluktuasi harga bahan pangan secara signifikan sejak tiga pekan terakhir dan masih bertahan hingga saat ini, terkecuali komoditas cabai. Di mana harga cabai rawit kini menyentuh angka Rp60.000 per kilogram.

"Berdasarkan hasil pemantauan tim kita di Pasar Toboali harga terpantau stabil. Hanya cabai yang mengalami kenaikan harga per hari ini," kata Era Fitriawati, Jumat (4/10).

Era Fitriawati menjelaskan, harga cabai rawit ori mengalami kenaikan sebesar Rp10.000 per kilogram. Semula harga cabai jenis itu dijual dengan harga Rp50.000 per kilogram dan kini menjadi Rp60.000 per kilogram. 

Sementara harga cabai merah besar masih bertengger pada harga Rp30.000 per kilogram. Kemudian harga komoditas bawang merah kini dipatok Rp32.000 per kilogram dan harga bawang putih masih stagnan dengan harga jual Rp38.000 per kilogram. Bawang bombai mengalami penurunan harga Rp5.000 per kilogram dari semula harga Rp35.000 kini Rp30.000 per kilogram.

"Daya beli masyarakat memang terus menurun sejak satu tahun terakhir, tetapi pedagang masih bertahan," jelasnya.

Era Fitriawati menjamin harga bahan pokok masih akan tetap stabil jika melihat stok yang tetap aman dan tercukupi selama satu hingga dua bulan ke depan. Apabila sirkulasi atau pengiriman barang dari Kota Pangkalpinang menuju Kota Toboali tetap terjaga. 

Mengingat selama lima hari sekali pengiriman bahan pokok dilakukan dari gudang pusat di Pangkalpinang, dari Provinsi Lampung maupun petani lokal. "Kita terus melakukan pemantauan dan menggerakkan masyarakat untuk tidak melakukan panic buying atau membeli secara berlebih-lebihan jika terjadi kenaikan harga," ujar Era Fitrawati(u1)

Sumber: Bangka Pos
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved