Minggu, 7 Juni 2026

Kabar Belitung

Tulisan Satam Square Dilepas, Warganet Usulkan Lokasi Ikonik Cerminkan Identitas Lokal

Tulisan besar berwarna merah bertuliskan 'Satam Square' yang sebelumnya menghiasi Tugu Satam, pusat Kota Tanjungpandan, kini sudah dilepas.

Tayang:
Editor: Rusaidah
Posbelitung.co/Dede Suhendar
Pj Bupati Belitung Mikron Antariksa bersama jajaran forkopimda berfoto di depan Bundaran Satam Belitung pada Selasa (31/12) malam. 

"Atas dasar itu, kami menamakan bundaran tersebut sebagai Bundaran Satam, sesuai ketentuan bahasa Indonesia atau kearifan lokal setempat. Ini bukan penurunan nama, tetapi pemberian nama resmi yang sebelumnya belum ada SK-nya," tegas Mikron.

Selain Bundaran Satam, nama fasilitas umum lain yang mengandung unsur asing juga menjadi perhatian, seperti Rock Corner yang kini diubah menjadi Sudut Nibong Palai. Langkah ini dilakukan untuk menjaga identitas lokal dan mematuhi ketentuan yang berlaku.

Ketika ditanya soal kemungkinan pro-kontra di masyarakat terkait perubahan nama ini, Mikron menekankan bahwa langkah tersebut tidak dimaksudkan untuk menurunkan atau mengganti nama yang sudah sah.

"Ini adalah penamaan resmi yang belum pernah ada sebelumnya. Sekarang sudah ada SK-nya, dan disaksikan langsung oleh forkopimda," katanya.

Penamaan Bundaran Satam menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Belitung untuk lebih mengangkat identitas lokal sekaligus memastikan legalitas penggunaan nama fasilitas umum di wilayah tersebut.

Dengan keputusan ini, diharapkan masyarakat dapat lebih memahami langkah pemerintah dalam menata ulang penamaan fasilitas umum sesuai aturan yang berlaku.

Resmi Berganti Jadi Bundaran Satam 

Setelah hitungan ketiga saat pergantian tahun 2024/2025, nama tugu Bundaran Satam Belitung resmi berganti. 
Pj Bupati Belitung Mikron Antariksa bersama jajaran forkopimda lengkap meresmikan nama baru ditandai dengan penarikan tirai kain yang menutupi tulisan tersebut. 

Ketika kain ditarik, seketika lampu menyala membuat tulisan Bundaran Satam Belitung mencolok. 

Tulisan Bundaran Satam Belitung tidak berubah dari posisi sebelumnya Satam Square. 

Namun secara desain agak berubah, karena tulisan Bundaran didisain berwarna putih dengan gambar Pulau Lengkuas sedangkan Satam Belitung berwarna merah.

"Mohon izin jangan dipolitisir, kami di sini bukan mengganti atau menurunkan tapi menamakan baru," ujar Mikron pada Selasa (31/12) malam. 

Ia menjelaskan, pemberian nama baru tersebut juga masukan dari para tokoh masyarakat Belitung. Selain itu, sesuai Perda Kabupaten Belitung kawasan bundaran pasar simpang lima. 

Bahkan dalam Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara, serta Lagu Kebangsaan, tepatnta Pasal 36 hingga 39 melarang penggunaan nama asing pada fasilitas umum. 

"Penamaan baru ini juga sudah lama dibahas bersama forkopimda," kata Mikron. (del/dol)

Sumber: Bangka Pos
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved