Berita Pangkalpinang
Air Laut Meluap ke Jalan Pasir Padi Pangkalpinang
Wilayah pesisir Pangkalpinang mengalami pasang maksimum. Tinggi pasang maksimum ini diperkirakan berlangsung hingga beberapa hari ke depan
PANGKALPINANG, BABEL NEWS - Wilayah pesisir Pangkalpinang mengalami pasang maksimum. Tinggi pasang maksimum ini diperkirakan berlangsung hingga beberapa hari ke depan.
Pantauan Bangka Pos, Selasa (14/1/2025) pagi, air laut meluap hingga ke jalan di kawasan Pantai Pasir Padi, Kelurahan Temberan, Kecamatan Bukit Intan, Kota Pangkalpinang. Deburan ombak terdengar keras.
Beberapa warung di pinggir pantai tampak tergenang air, sementara itu kursi-kursi kayu yang biasa dipakai wisatawan terlihat basah akibat hantaman ombak.
Angin bertiup kencang, membuat daun-daun kelapa melambai dengan liar. Beberapa warga yang berada di sekitar lokasi tampak berhati-hati saat mengamati kondisi tersebut dari kejauhan.
Prakirawan Stasiun Meteorologi Depati Amir Pangkalpinang, Annisa Fatikasari, mengatakan, fenomena tersebut dipengaruhi oleh fase bulan purnama yang menyebabkan pasang maksimum hingga mencapai ketinggian 2,5-3,4 meter di beberapa wilayah pesisir. Tinggi pasang maksimum diperkirakan berlangsung hingga 17 Januari 2025.
"Pasang mulai naik pada pagi hari, memuncak di siang hari, dan perlahan turun pada sore hingga malam hari," kata Annisa kepada Bangka Pos, Selasa (14/1/2025).
Dengan kondisi pasang maksimum yang masih berlangsung, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan pentingnya kewaspadaan, terutama bagi masyarakat yang tinggal di wilayah pesisir.
"Hindari aktivitas di wilayah perairan saat pasang maksimum, dan selalu pantau pembaruan informasi cuaca melalui aplikasi Info BMKG atau media sosial kami," ujar Annisa.
Hal senada disampaikan Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pangkalpinang, Dedy Revandi.
Dedy mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap fenomena banjir rob dan gelombang tinggi yang melanda wilayah pesisir, termasuk Pantai Pasir Padi.
"Kondisi ini disebabkan oleh fase bulan purnama yang memicu pasang maksimum, ditambah dengan tingginya gelombang laut di perairan Bangka Belitung. Kami mengimbau masyarakat, terutama yang berada di kawasan pesisir, untuk berhati-hati dan meminimalisasi aktivitas di area tersebut," kata Dedy kepada Bangka Pos, Selasa (14/1/2025).
"Kami juga meminta masyarakat untuk tidak memaksakan diri berlayar atau beraktivitas di laut selama cuaca ekstrem ini. Selain itu, jika terjadi genangan air akibat banjir rob, segera laporkan ke BPBD atau pihak berwenang untuk penanganan lebih lanjut," tuturnya.
Potensi banjir rob
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi banjir rob di sejumlah wilayah pesisir di Indonesia berlangsung hingga akhir Januari 2025.
Forecaster Maritim BMKG, Marina, mengatakan bahwa banjir rob di pesisir utara Jawa Tengah diprediksi akan berlangsung hingga 21 Januari 2025.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/babel/foto/bank/originals/20250114_ombak-tinggi.jpg)