Ia menyebutkan, pada November 2024, produksi cabai rawit mencapai 58,7 ton, sementara cabai keriting hanya 51,8 ton. Produksi lokal sebenarnya mampu memenuhi sekitar 50 persen kebutuhan pasar di Belitung. Namun, curah hujan tinggi membuat hasil panen jauh dari optimal.
"Harga cabai rawit lokal kini mencapai Rp130 ribu per kilogram," ujarnya.
Selain pasokan terbatas dari petani lokal, kondisi ini juga diperparah lantaran harga cabai dari luar daerah seperti Jakarta yang juga mahal. Diketahui harga cabai rawit di DKI Jakarta saat ini mencapai Rp150 ribu, sehingga tak bisa bersaing dengan harga cabai lokal.
"Memang tren awal tahun sering kali tetap terkendala cuaca. Prediksi akhir Januari pasokan normal saat petani mulai panen, tapi tentunya kondisi ini masih sangat tergantung dengan cuaca dan kondisi tanaman," kata Enny. (del)