Selasa, 21 April 2026

Kabar Belitung

Pasokan Gas Elpiji Masih Langka, DPRD Belitung Minta Kondisi Jangan Terus Berlarut

DPRD Kabupaten Belitung menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) untuk menindaklanjuti keluhan masyarakat terkait kelangkaan gas elpiji bersubsidi.

Editor: Rusaidah
Istimewa/Dok. DiskominfoSP Beltim
Warga saat mengantre dan menunggu mendapatkan gas elpiji bersubsidi 3 Kg beberapa waktu lalu. 

Menurutnya penyaluran gas elpiji 3 Kg sudah sesuai dari pihak Pertamina yakni 2.962 tabung perhari ke Kabupaten Beltim.

"Sebanyak 7 LO per hari penyaluran gas elpiji 3 Kg ke Beltim atau sama dengan 2.962 tabung per hari, jadi stok aman di Beltim sehingga masyarakat tidak perlu panic buying," ungkap Tri.

Tri mengajak masyarakat untuk bijak dalam menggunakan gas elpiji 3 Kg. Kepedulian masyarakat akan penggunaan gas melon itu sesuai peruntukannya.

"Ada kriteria konsumen pengguna LPG tabung 3 Kg yakni kriteria untuk rumah tangga, usaha mikro, petani sasaran dan nelayan sasaran," jelasnya.

Kriterianya untuk rumah tangga antara lain kepala keluarga atau anggota keluarga bukan merupakan Aparatur Sipil Negara (ASN), anggota TNI/Polri dan pegawai BUMN serta tidak memiliki kendaraan pribadi roda empat.
Usaha mikro, kriterianya memiliki izin usaha mikro dari pihak berwenang, menggunakan elpiji tabung 3 Kg untuk kegiatan usaha mikro.

"Kami juga mengimbau pangkalan gas elpiji 3 Kg untuk mengecek KTP para pembeli agar diluar kriteria untuk tidak dilayani," tegas Tri.

Dari pantauan DiskominfoSP Beltim, Senin (13/1) antrean pembelian gas elpiji 3 Kg di pangkalan gas Tjhin Kim Siu Desa Mekar Jaya, Manggar, cukup panjang.

Warga yang mengantre, Hapisah (45) warga Desa Mekar Jaya, Manggar, yang ditemui di pangkalan gas itu mengelukan sulitnya mendapatkan gas melon.

"Sejak Tahun Baru sulit dapat gas 3 Kg. Ini beli gas untuk usaha kecil di rumah. Tadi syaratnya 1 KTP untuk 1 tabung gas dan mengantrenya berjam-jam," ujar Hapisah.

Hapisah juga menyebutkan, harga yang didapat pada pangkalan tersebut Rp18.500 per tabung.

"Saya berharap agar pihak terkait segera mengambil langkah untuk memastikan distribusi gas elpiji 3 Kg tepat sasaran agar bisa kembali normal," katanya.

Di sisi lain, Asiu, Pemilik Pangkalan Gas Elpiji 3 Kg Tjhin Kim Siu mengungkapkan pasokan gas elpiji 3 Kg ke pangkalannya masih normal.

"Tiap tiga hari sekali, gas 3 Kg rutin datang ke pangkalan sesuai kuota. Sistem penyalurannya menggunakan kupon antrean yang dibagikan kepada masyarakat yang datang supaya tidak berebutan," ujarnya. (del/s1)

 

Sumber: Bangka Pos
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved