Rabu, 22 April 2026

Bank Indonesia Bangka Belitung Komitmen Jaga Stabilitas Ekonomi            

Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menegaskan komitmennya untuk menjaga stabilitas ekonomi

Editor: suhendri
Bangka Pos/Andini Dwi Hasanah
Pimpinan Kantor Perwakilan BI Babel, Beny Okta Tutuarima. 

PANGKALPINANG, BABEL NEWS - Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menegaskan komitmennya untuk menjaga stabilitas ekonomi dan mendorong transformasi ekonomi berkelanjutan melalui sinergi kebijakan dan kolaborasi multipihak.

Penegasan tersebut disampaikan Pimpinan Kantor Perwakilan BI Babel, Beny Okta Tutuarima, dalam acara Bincang Kek Media di ruang rapat Hutan Pelawan, lantai 3, Kantor Perwakilan BI Babel, Senin (10/2/2025).

Beny menekankan pentingnya sinergi pentahelix untuk meningkatkan daya ungkit ekonomi melalui strategi utama seperti pengendalian inflasi daerah, pengembangan ekonomi dan UMKM, percepatan digitalisasi, serta penguatan literasi dan edukasi keuangan.

Sinergi pentahelix yang dimaksud melibatkan pemerintah daerah, pelaku usaha, akademisi, media massa, serta masyarakat, dan komunitas.

"Kami ingin membangun optimisme terkait pertumbuhan ekonomi Bangka Belitung dengan memperluas sinergi dan kolaborasi, termasuk dalam berbagai flagship events di tahun 2025. Langkah ini diharapkan makin meningkatkan efisiensi dan efektivitas kebijakan dalam menjaga stabilitas dan mendukung transformasi ekonomi daerah," tutur Beny.

Sekedar diketahui, produk domestik regional bruto (PDRB) Provinsi Babel pada triwulan IV 2024 tumbuh 0,94 persen secara tahunan (year on year/yoy).

Angka ini lebih tinggi dibandingkan triwulan sebelumnya yang tumbuh 0,13 persen (yoy).

Kinerja perekonomian utamanya ditopang oleh lapangan usaha pertanian dan permintaan domestik.

Secara regional di wilayah Sumatra, pertumbuhan ekonomi Babel masih menjadi yang terendah.

Sementara itu, secara nasional perekonomian berhasil tumbuh 5,02 persen (yoy), lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan triwulan sebelumnya sebesar 4,95 persen (yoy).

Bank Indonesia Babel menyoroti sejumlah rekomendasi kebijakan untuk mendorong perekonomian dan pengendalian inflasi.

Salah satunya adalah hilirisasi produk pertanian dan perikanan guna meningkatkan nilai tambah produk lokal dan memperluas pasar ekspor.

Selain itu, BI juga menekankan pentingnya dukungan fiskal bagi masyarakat dalam bentuk bantuan sosial, subsidi, dan insentif untuk menjaga daya beli.

Pengembangan UMKM menjadi fokus utama, khususnya dalam memperluas ekosistem ekonomi keuangan syariah melalui kampanye nasional seperti Gerakan Bangga Buatan Indonesia (GBBI) dan Gerakan Bangga Wisata Indonesia (GBWI).

“BI juga mengoptimalkan kebijakan insentif likuiditas makroprudensial (KLM) untuk mendorong penciptaan lapangan kerja dan meningkatkan permintaan masyarakat. Di sektor sistem pembayaran, BI terus mempercepat adopsi pembayaran digital seperti QRIS dan BI-FAST guna memperlancar transaksi dan aktivitas ekonomi,” ujar Beny.

Sumber: Bangka Pos
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved