Kabar Belitung

Disdikbud Belitung Ingatkan MBG di Sekolah Kepulauan

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) mulai diterapkan secara bertahap di Kabupaten Belitung yang telah dilaunching di SMP Negeri 7 Tanjungpandan.

Editor: Rusaidah
Posbelitung.co/Adelina Nurmalitasari
MAKAN BERGIZI GRATIS - Para siswa SMP Negeri 7 Tanjungpandan saat mengangkat ompreng atau tempat makan berisi menu makan siang pada program MBG yang mulai berlangsung pada Senin (17/2). 

TANJUNGPANDAN, BABEL NEWS - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) mulai diterapkan secara bertahap di Kabupaten Belitung yang telah dilaunching di SMP Negeri 7 Tanjungpandan, Senin (17/2) lalu.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Belitung Soebagio mengatakan, pelaksanaan program MBG memang perlu mengantisipasi kendala geografis yang dapat mengganggu proses distribusi. 

Menurutnya, sekolah-sekolah di wilayah kepulauan terluar berada di Kecamatan Membalong dan Kecamatan Selat Nasik. 

Di Kecamatan Membalong ada 1 SD di Pulau Sumedang, lalu 1 TK, 2 SD, dan 1 SMP di Pulau Seliu. Sedangkan di Kecamatan Selat Nasik ada ada 8 SD, 2 SMP, dan 2 TK yang tersebar di berbagai pulau yakni di Pulau Selat Nasik, Pulau Gersik, Pulau Kuil, dan Pulau Buntar.

Soebagio mengatakan, pelaksanaan program MBG memang sudah secara struktur dilaksanakan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk tingkat pengelolaan maupun koordinasi teknisnya.

"Kami hanya menyiapkan data dalam bentuk jumlah kelompok sasaran dari program ini. Jadi teknis terkait menu itu sudah ke BGN (Badan Gizi Nasional), mereka sudah ada rekanan sebagai penyedia untuk pelaksanaan teknisnya," kata dia. 

Ia mengatakan, dari penjelasan teknis yang telah disampaikan kepada dinas pendidikan bahwa satu dapur umum atau SPPG akan mengelola untuk sekitar 4 ribu sasaran. 

Sehingga kemungkinan penyedia akan menyiapkan dapur umum di lokasi setempat untuk mengantisipasi kendala distribusi logistik. 

Menurutnya, dinas pendidikan berharap agar program pemerintah pusat ini dapat berjalan secara merata. 

"Saya yakin dan percaya mungkin ini bertahap, tetapi untuk ke depan memang tentunya karena ini merupakan bagian dari program utama, prioritas dari Presiden Prabowo itu tentunya harus adanya pemerataan," tuturnya. 

Tak Ganggu Proses Pembelajaran

SMP Negeri 7 Tanjungpandan menjalankan program Makanan Berbasis Gizi (MBG) perdana yang berlangsung mulai Senin (17/2).
Kepala SMP Negeri 7 Tanjungpandan, Subandi, menyampaikan bahwa meskipun pelaksanaan program ini bisa mempengaruhi waktu belajar, mereka berupaya agar dampaknya tidak signifikan.

Program ini dijadwalkan pada waktu istirahat kedua, sekitar 45 menit, yang diharapkan cukup untuk menyelenggarakan distribusi makan tanpa mengganggu jam pelajaran.

"Untuk hari ini, alhamdulillah semuanya berjalan lancar. Kami berharap ke depan distribusinya tidak menemui kendala," ujar Subandi.

Menurutnya, pihak sekolah mengharapkan bahwa pengantaran makanan dapat seutuhnya dilakukan oleh penyedia MBG dan tidak banyak melibatkan guru, karena guru sudah memiliki beban mengajar dan lainnya. 

Sumber: Bangka Pos
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved