Kabar Pangkalpinang

Penjual Stok Daging Ayam 200 Kilogram per Hari Selama Ramadan

Memasuki bulan suci Ramadan, suasana pasar di Pangkalpinang tampak lebih ramai dari biasanya.

Editor: Rusaidah
Bangka Pos/Sela Agustika
JUAL BELI - Aktivitas jual beli masyarakat menjelang Ramadan di Pasar Air Itam Pangkalpinang, Jumat (28/2). Para penjual daging ayam tampak melayani pembeli. 

PANGKALPINANG, BABEL NEWS - Memasuki bulan suci Ramadan, suasana pasar di Pangkalpinang tampak lebih ramai dari biasanya.

Warga terpantau mulai berburu berbagai kebutuhan sahur, terutama daging ayam, yang mengalami lonjakan permintaan signifikan, Jumat (28/2).

Satu di antara penjual daging ayam di Pasar Pangkalpinang Wati mengungkapkan, daya beli masyarakat meningkat drastis menyambut momen Ramadan.

Dia menyebut, sejak pagi ia sudah menjual kurang lebih sebanyak 100 kilogram lebih daging ayam. Kata dia, rata-rata para pembeli daging ayam didominasi warga umum atau untuk keperluan pribadi.

"Memang biasanya setiap tahun, kalau baru puasa pertama yang beli ayam tinggi. Biasa paling kita jual satu hari itu hanya 80 kilo. Alhamdulillah dari pagi sudah terjual 100 lebih kilo dan kita stok memang banyak 200 kilo, tapi kita juga jualan untuk sore," ujar Wati kepada Bangkapos.com, Jumat (28/2).

Kata dia, meski permintaan tinggi harga jual ayam saat ini juga terpantau normal, hanya saja ada kenaikan Rp1.000 dari harga sebelum lebaran kemarin.

"Kalau stok ayam kita lihat saat ini banyak dan aman, harga pun bisa dikatakan stabil masih Rp36 ribu per kilogram," terang Wati.
Tingginya permintaan daging ayam ini juga diakui oleh Toni. Ia menyebut momen ini memang rutin terjadi setiap tahunnya ketika menyambut Ramadan.

"Alhamdulillah, biasa memang kalau puasa pertama orang-orang pada stok kebutuhan sahur, karena menyambut puasa. Harga juga stabil Rp36 ribu bersih dan Rp32 bulat. Kita juga hari ini sudah habis 100 kilo lebih pagi tadi," ucapnya.

Sementara itu, Melda satu di antara warga yang sengaja mulai berburu persiapan untuk sahur.

Kata dia, momen sahur pertama memang menjadi kebiasaan masyarakat untuk kumpul bersama keluarga.

"Biasa kalau puasa pertama hitungannya baru menyambut, jadi antusias untuk bisa sahur dengan keluarga dan menyediakan hidangan favorit terutama untuk anak-anak," ucapnya. (t3)

Sumber: Bangka Pos
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved