Kabar Belitung

Pemerintah Harus Siap Operasi Pasar, DPRD Minta Antisipasi Lonjakan Harga Menjelang Lebaran

Ketua DPRD Belitung Vina Cristyn Ferani menegaskan pentingnya kesiapan pemerintah dalam menggelar operasi pasar jika terjadi lonjakan harga.

Editor: Rusaidah
Posbelitung.co/Adelina Nurmalitasari
SIDAK DISTRIBUTOR - Bupati Djoni Alamsyah dan Ketua DPRD Belitung Vina Cristyn Ferani saat meninjau stok bahan kebutuhan pokok di Gudang Bulog Belitung, Rabu (19/3). 

TANJUNGPANDAN, BABEL NEWS - Ketua DPRD Belitung Vina Cristyn Ferani menegaskan pentingnya kesiapan pemerintah dalam menggelar operasi pasar jika terjadi lonjakan harga bahan pokok menjelang Hari Raya Idulfitri.

Hal ini disampaikannya saat melakukan pemantauan stok bahan kebutuhan pokok di Bulog Belitung pada Rabu (19/3).

"Kami melihat dari Bulog, mereka sangat siap menghadapi Lebaran dengan ketersediaan 1.900 ton beras serta stok gula dan beras premium. Masyarakat tidak perlu panic buying, cukup beli sesuai kebutuhan," ujar Vina.

Ia menekankan, bahwa sidak ini bertujuan memastikan pasokan bahan pokok cukup agar masyarakat dapat membeli dengan harga yang stabil.

Namun, jika terjadi lonjakan harga, pemerintah harus segera melakukan operasi pasar guna menjaga keseimbangan supply (pasokan) dan demand (permintaan). 

"Pasar bekerja berdasarkan supply dan demand. Jika suplai mencukupi, harga tetap stabil. Namun, jika permintaan tinggi sementara stok terbatas, harga pasti naik. Oleh karena itu, kita harus menjaga keseimbangan agar lonjakan harga bisa dicegah," tambahnya.

Dengan pemantauan ini, diharapkan masyarakat dapat berbelanja dengan tenang tanpa kekhawatiran akan kelangkaan atau lonjakan harga bahan pokok yang signifikan menjelang hari raya. 

Ketersediaan bahan pokok penting di Belitung terus diperhatikan Bupati Belitung Djoni Alamsyah, khususnya selama bulan Ramadan hingga menyambut Lebaran Idulfitri 2025.

Pada Rabu (19/3), Djoni terjun langsung ke lapangan untuk melakukan pengecekan pasokan bahan pokok penting. Inspeksi mendadak dilakukan Djoni dengan melihat langsung stok beras di Gudang Perum Bulog Belitung.

Tumpukan beras sebanyak 1.900 ton memenuhi Gudang Bulog Belitung. Jumlah stok beras tersebut membuat Bulog sudah siap untuk menghadapi kebutuhan beras masyarakat jelang Lebaran. 

"Bulog sudah siap untuk menghadapi kebutuhan masyarakat di Lebaran, ada 1.900 ton stok beras. Kebutuhan masyarakat belitung 1.300 ton beras per bulan, malah lebih 600 ton, sehingga saya pastikan stok aman," kata Djoni. 

Selain itu stok 1.900 tersebut secara kualitas terjaga. Terdapat jenis beras medium dan premium. Namun untuk keduanya kualitas hampir sama hanya selisih Rp1.000 untuk harga. 

Inpeksi mendadak ini bertujuan memastikan kebutuhan menjelang Lebaran cukup untuk masyarakat Belitung sehingga masyarakat mendapatkan harga bahan yang ekonomis tapi tidak terjadi lonjakan.

Saat ini dipastikan harga beras masih stabil dan tidak akan mengalami kenaikan. Karena harga beras dari Bulog mengikuti harga dari pusat.

Stabilnya harga dan stok beras yang aman, Djoni mengimbau masyarakat Belitung untuk tidak panic buying dan berbelanja bahan pokok sesuai dengan kebutuhan yang diperlukan selama Lebaran.

Sumber: Bangka Pos
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved