Berita Pangkalpinang

Hati-hati, Cuaca Ekstrem di Bangka Belitung 

Cuaca ekstrem yang dimaksud berupa hujan lebat disertai angin kencang, kilat, dan petir. Masyarakat pun diimbau untuk waspada.

Editor: suhendri
Bangka Pos/Andini Dwi Hasanah
Ilustrasi hujan lebat. 

PANGKALPINANG, BABEL NEWS - Stasiun Meteorologi Kelas I Depati Amir Pangkalpinang mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem di Kepulauan Bangka Belitung yang diprediksi akan terjadi pada 16-18 April 2025.

Cuaca ekstrem yang dimaksud berupa hujan lebat disertai angin kencang, kilat, dan petir. Masyarakat pun diimbau untuk waspada.

Prakirawan Stasiun Meteorologi Kelas I Depati Amir Pangkalpinang, Nenden Wardani, Rabu (16/4/2025), menyebutkan, cuaca ekstrem tersebut berpotensi terjadi di sejumlah wilayah, seperti Kota Pangkalpinang, Kabupaten Bangka, Bangka Barat, Bangka Selatan, Belitung, hingga Belitung Timur.

Pada 16 April, cuaca buruk berpotensi melanda Kota Pangkalpinang, Kabupaten Bangka Barat, Bangka, Bangka Selatan, Belitung, dan sekitarnya.

Pada 17 April, hampir seluruh wilayah Kepulauan Bangka Belitung diprediksi terdampak cuaca ekstrem.

Kemudian, pada 18 April, intensitas cuaca ekstrem berpeluang mengarah ke wilayah Pangkalpinang dan kabupaten-kabupaten di Pulau Bangka dan Belitung secara lebih luas.

"Fenomena ini dipicu oleh aktivitas gelombang Rossby Ekuator dan gelombang Low Frequency yang meningkatkan potensi pertumbuhan awan konvektif atau awan hujan,” kata Nenden. 

Selain itu, lanjut dia, terpantau pula adanya sirkulasi siklonik di wilayah Laut Natuna yang memicu terbentuknya daerah perlambatan kecepatan angin (konvergensi) dan daerah pertemuan angin (konfluensi) di wilayah Kepulauan Bangka Belitung.

Merujuk pada kondisi atmosfer tersebut, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan sejumlah imbauan, yakni waspada terhadap potensi cuaca signifikan, menyiapkan payung atau jas hujan saat bepergian, berhati-hati saat berkendara karena jalanan licin, dan pastikan kendaraan dalam kondisi layak jalan.

Kemudian, hindari area terbuka seperti sawah, lapangan, laut, dan padang luas saat terjadi petir, jauhi tempat tinggi bila terjadi kilat atau petir, jangan berlindung di bawah pohon jika terjadi angin kencang dan petir.

Lebih lanjut, BMKG mengingatkan bahwa perubahan cuaca dapat terjadi dengan cepat sehingga masyarakat diminta untuk terus mengikuti perkembangan informasi cuaca melalui kanal resmi BMKG, dan tetap menjaga kewaspadaan, khususnya bagi mereka yang tinggal di wilayah rawan bencana hidrometeorologi. (t2)

Sumber: Bangka Pos
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved