Kabar Belitung

Pemkab Belitung Janji Cari Solusi Penataan PKL

Penataan PKL tetap perlu dilakukan secara manusiawi dan mencari solusi jangka panjang.

Editor: Rusaidah
Posbelitung.co/Adelina Nurmalitasari
LARANGAN BERJUALAN - Spanduk larangan berjualan di area trotoar di Pantai Tanjung Pendam yang dipasang oleh Satpol PP Belitung. Terlihat memang sampah yang diduga dari aktivitas berjualan di pinggir pagar Tanjung Pendam, Senin (14/4). 

TANJUNGPANDAN, BABEL NEWS - Setelah peringatan keras dari Satpol PP Belitung terkait pedagang kaki lima (PKL) yang masih berjualan di trotoar luar kawasan wisata Tanjung Pendam, kini Wakil Bupati Belitung, Syamsir, turut menyoroti persoalan tersebut.

Ia menyebut, bahwa penataan PKL tetap perlu dilakukan secara manusiawi dan mencari solusi jangka panjang.

Diketahui, kehadiran PKL di area tersebut memang menimbulkan sejumlah persoalan, termasuk masalah kebersihan.

Terlihat jelas sampah plastik di sepanjang pagar Tanjung Pendam yang diduga berasal dari aktivitas berdagang.

"Ini komitmen kita saja. Satpol PP memang bertindak sesuai aturan, tapi kita juga harus melihat bahwa PKL ini masyarakat kita yang sedang mencari nafkah," ujar Syamsir saat ditemui usai kegiatan di Tanjung Pendam, Tanjungpandan, Senin (14/4).

Menurutnya, pemerintah tidak bermaksud melarang warga untuk berjualan, namun menekankan pentingnya menjaga estetika kawasan wisata serta keamanan lingkungan.

"Saya lihat ada pedagang yang membawa kompor dan gas, diletakkan di lantai dekat trotoar. Ini bahaya, kita takut ada kebakaran atau ledakan. Belum lagi lokasi itu tikungan, rawan kecelakaan," tambahnya.

Syamsir mengungkapkan bahwa Pemkab Belitung akan mencari alternatif lokasi yang lebih layak dan aman bagi PKL.

"Nanti akan kami lihat, ada beberapa aset pemerintah di sekitar situ, siapa tahu bisa kita manfaatkan untuk tempat jualan. Tapi saat sudah disediakan tempat, pedagang juga harus bertanggung jawab atas sampahnya. Kalau tidak kooperatif, ya tentu akan kami tindak," tegasnya.

Dia berharap pendekatan yang lebih solutif ini dapat mengakomodasi kebutuhan para pedagang tanpa mengorbankan keindahan dan keamanan kawasan wisata. (del)

 

Sumber: Bangka Pos
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved