Berita Pangkalpinang
Pemkot Pangkalpinang Buka Pendaftaran Calon Ketua RT/RW, ASN Boleh Daftar
Pemerintah Kota Pangkalpinang membuka pendaftaran calon ketua rukun tetangga (RT) dan rukun warga (RW) pada 6-10 April 2026
PANGKALPINANG, BABEL NEWS - Pemerintah Kota Pangkalpinang membuka pendaftaran calon ketua rukun tetangga (RT) dan rukun warga (RW) pada 6-10 April 2026.
Adapun proses pemilihan ketua RT dan RW di Pangkalpinang ditargetkan rampung pada akhir April 2026.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Pangkalpinang, Mie Go, mengatakan jadwal pendaftaran calon ketua RT/RW tersebut disusun dan disepakati dalam rapat koordinasi bersama camat dan lurah yang berlangsung Senin (6/4/2026).
"Untuk pendaftaran dimulai tanggal 6 sampai 10 April. Kita belum tahu seberapa banyak yang akan mendaftar, tetapi harapannya makin banyak kandidat makin baik. Jadi masyarakat punya banyak pilihan," kata Mie Go kepada awak media usai rapat koordinasi bersama camat dan lurah se-Pangkalpinang dalam rangka persiapan pemilihan ketua RT dan RW.
Ia menambahkan, partisipasi masyarakat menjadi kunci dalam menentukan kualitas kepemimpinan di tingkat RT/RW.
Dengan banyaknya calon yang mendaftar, diharapkan proses demokrasi di tingkat paling bawah tersebut dapat berjalan lebih kompetitif dan sehat.
Dari sisi anggaran, Mie Go memastikan seluruh kebutuhan anggaran untuk pelaksanaan pemilihan ketua RT/RW telah disiapkan di masing-masing kelurahan.
"Insyaallah bisa mengakomodir pelaksanaan pemilihan RT dan RW. Kisaran anggaran antara Rp15 juta sampai Rp18 juta per kelurahan," ujarnya.
Terkait mekanisme pemilihan, Pemerintah Kota Pangkalpinang memberikan fleksibilitas kepada masing-masing wilayah untuk menentukan metode yang paling sesuai dengan kondisi di lapangan.
Dua metode yang disepakati yakni pemungutan suara di tempat pemungutan suara (TPS) dan sistem door to door.
Menurut Mie Go, dua opsi tersebut diberikan dengan mempertimbangkan karakteristik warga di tiap RT.
Ia menyebut, ada warga yang kemungkinan lebih memilih datang ke TPS, tetapi ada juga yang terkendala waktu atau kesibukan untuk datang ke TPS.
“Karena itu, kita berikan opsi. Lurah dan tim di lapangan yang paling memahami kondisi wilayahnya," katanya.
Namun demikian, Mie Go mengingatkan bahwa setiap metode memiliki tantangan tersendiri.
Sistem door to door, misalnya, dinilai lebih fleksibel, tetapi berpotensi menemui kendala jika warga tidak berada di tempat saat didatangi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/babel/foto/bank/originals/20260406_rakor-pemilihan-RT-RW.jpg)