Berita Bangka

Upaya Pencegahan Bullying dan Kekerasan di Kabupaten Bangka, 75 Anak Dapat Pembekalan 2P dan KHA

Sebanyak 75 anak-anak menjadi peserta sosialisasi Pelopor dan Pelapor (2P) dan Konvensi Hak Anak (KHA), di Hotel Novilla Boutique Resort, Sungailiat.

Istimewa/ Dinkominfotik Bangka
SOSIALISASI ANAK - Kegiatan sosialisasi 2P dan KHA yang diselenggarana oleh Dinas DP2KBP3A Kabupaten Bangka, Kamis (28/8/2025) di Hotel Novilla Boutique Resort, Sungailiat. 

SUNGAILIAT, BABEL NEWS - Sebanyak 75 anak-anak menjadi peserta sosialisasi Pelopor dan Pelapor (2P) dan Konvensi Hak Anak (KHA), di Hotel Novilla Boutique Resort, Sungailiat, Kamis (28/8). Mereka adalah anak-anak yang dipilih menjadi perwakilan delapan kecamatan yang ada di Kabupaten Bangka guna sebagai wadah untuk mengeksplorasi, mengepresikan ide, gagasan dan pendapat untuk berpartisipasi dalam pembangunan serta menyiapkan pemimpin di masa depan.

Sosialiasi yang digelar oleh Dinas Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kabupaten Bangka tersebut dibuka oleh Plt. Asisten Pemerintahan dan Kesejaheraan Rakyat, Rismy Wira Madonna.

"Untuk ke depannya nanti kalianlah yang akan menjadi agen perubahan dalam pembangunan sehingga dalam forum anak ini kalian di beri wadah yang seluas-luasnya untuk mengapresiasikan dan meyampaikan pendapat kalian serta mendewaskan diri tentunya menjadi agen 2P," kata Rismy Wira Madonna.

Ia menyebut, adanya sosialisasi ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman anak-anak tentang hak-hak mereka, membentuk anak-anak menjadi pelopor yang aktif. Serta pandai dalam memanfaatkan waktu untuk kegiatan positif dan membentuk anak-anak menjadi pelapor yang berani melaporkan pelanggaran hak anak.

"Sebagai pelopor, kalian dapat melaporkan segala hal yang berkaitan dengan pembunuhan hak hak anak, semisalnya ada anak yang mengalami tindak kekerasan, dan jangan ragu untuk menyampaikan kepada yang berwenang mulai dari orang tua, guru, RT, RW, satgas perlindungan anak hingga ke kepolisian atau ke penegak hukum," ungkapnya.

Lanjut dia, akhir-akhir ini banyak sekali kasus yang viral di media sosial terkait perundungan terhadap anak yang menyebabkan perubahan kejiwaan pada anak. Oleh karena itu, dia berharap agar ini menjadi pembelajaran bagi semua dan diharapkan forum anak dapat menjadi agen perubahan yang besar.

"Ini adalah upaya pencegahan agar tidak terjadi bullying dan bentuk kekerasan lainnya baik di sekolah, di keluarga maupun di tempat tinggal," pungkasnya. (u2)

Sumber: Bangka Pos
Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved