Minggu, 10 Mei 2026

Berita Belitung Timur

Polisi Sudah Periksa Enam Anak Terkait Dugaan Perundungan di Belitung Timur

Kepolisian Resor Belitung Timur telah memeriksa enam anak terkait kasus dugaan perundungan terhadap seorang siswa perempuan di Manggar

Tayang:
Editor: suhendri
Pos Belitung
Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Belitung Timur, AKP Ryo Guntur Triatmoko. 

MANGGAR, BABEL NEWS - Kepolisian Resor Belitung Timur telah memeriksa enam anak terkait kasus dugaan perundungan terhadap seorang siswa perempuan di Manggar, beberapa waktu lalu.

Keenam anak yang diperiksa masing-masing berinisial M, N, F, S, G, dan W.

"Enam anak yang sudah kami periksa itu di antaranya dua terlapor dan empat anak menjadi saksi," ujar Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Belitung Timur AKP Ryo Guntur Triatmoko kepada Pos Belitung, Jumat (5/9/2025).

Pihaknya, kata Ryo, sedang menunggu hasil visum korban dan pemeriksaan psikolog klinis.

"Bila dua alat bukti terpenuhi, maka kita anak naik ke penyidikan dan penetapan tersangka," ujarnya.

Lebih lanjut, Ryo berharap perundungan atau bullying tidak terjadi lagi di Kabupaten Belitung Timur.

Selain itu, ia juga mengimbau masyarakat untuk tidak segan melapor jika melihat atau mengalami tindakan bullying.

"Masyarakat Belitung Timur jangan takut melapor jika melihat bahkan sampai mengalami kekerasan bullying. Bisa melapor ke kami pihak kepolisian, ke hotline UPT PPA Belitung Timur atau ke Komnas PA," kata Ryo.

Sebelumnya, viral video singkat yang merekam aksi dugaan perundungan (bullying) siswi SMP di Kecamatan Manggar, Kabupaten Belitung Timur (Beltim), Minggu (31/8/2025).

Polisi tengah menangani kasus bullying ini.

Dari rekaman video memperlihatkan seorang anak perempuan berbaju warna hitam melakukan kekerasan fisik kepada anak perempuan lainnya yang berbaju kuning.

Korban dalam video itu hanya diam tanpa perlawanan.

Setelah ditelusuri, korban merupakan siswi salah satu SMP negeri di Manggar yang kini sedang duduk di bangku kelas VII.

Korban berinisial J, berusia 15 tahun.

Adapun terduga pelaku utama adalah teman satu sekolah dengan J.

Dalam dugaan perundungan itu, ia dibantu temannya dari sekolah lain.

Komunikasi terbuka

Berkaca pada peristiwa itu, Ketua Komnas Perlindungan Anak Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Imelda Handayani mengajak masyarakat, khususnya orang tua, untuk lebih mengenal anaknya dan mampu membuat anak merasa nyaman berkomunikasi.

"Salah satu penyebab anak dapat melakukan di luar kendali, karena kurangnya pengawasan orang tua. Jadi ayo para orang tua lebih kenal dan dekat lagi dengan anak supaya dapat membangun kepercayaan bersama anak sehingga anak bisa nyaman bercerita apa pun, termasuk jika anak ada masalah," kata Imelda.

"Dengan begitu, kita bisa bersama-sama mencegah tindakan negatif seperti bullying sejak dari rumah," lanjutnya.

Menurut Imelda, komunikasi yang terbuka adalah kunci agar anak merasa nyaman bercerita dan tidak menyimpan masalah sendirian.

Ia juga meminta agar orang tua lebih peduli pada keseharian anak, mulai dari aktivitas digital hingga pergaulan sang anak.

"Jangan hanya memfasilitasi gadget tanpa tahu anak menggunakan untuk apa, bermain dengan siapa, atau berinteraksi di platform apa. Ini penting agar kita tahu apakah anak berada dalam lingkungan yang sehat atau justru rentan dengan pengaruh negatif," tutur Imelda. 

Dia juga meminta agar masyarakat, khususnya anak-anak, berani melapor jika melihat atau mengalami tindakan bullying.

Laporan bisa disampaikan langsung kepada pihak kepolisian, UPT PPA Belitung Timur, atau menghubungi Komnas PA Bangka Belitung di nomor 0822-6926-7635. (y1)

Sumber: Bangka Pos
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved