Berita Pangkalpinang

Pangkalpinang Mengalami Inflasi Tahunan 2,67 Persen 

Inflasi tahunan (year on year/yoy) di Pangkalpinang pada November 2025 sebesar 2,67 persen, dengan nilai IHK mencapai 107,35.

Editor: suhendri
Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah
RILIS BPS - Suasana rilis dan press conference BRS perkembangan indeks harga konsumen (IHK) dan inflasi November 2025 di ruang pertemuan BPS Kota Pangkalpinang, Senin (1/12/2025). 

PANGKALPINANG, BABEL NEWS - Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Pangkalpinang, Kepulauan Bangka Belitung, mencatat inflasi tahunan (year on year/yoy) di Pangkalpinang pada November 2025 sebesar 2,67 persen, dengan nilai IHK mencapai 107,35.

Adapun inflasi  bulanan (month to month/m-to-m) tercatat 0,72 persen. Inflasi year to date (y-to-d), perkembangan sejak Desember 2024 hingga November 2025, tercatat 2,40 persen.

Kepala BPS Kota Pangkalpinang, Dewi Savitri, mengatakan, inflasi tahunan terjadi akibat kenaikan harga pada sejumlah kelompok pengeluaran.

“Kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi penyumbang inflasi terbesar dengan kenaikan indeks mencapai 8,10 persen,” kata Dewi, Senin (1/12/2025).

Beberapa kelompok pengeluaran lainnya yang ikut menyumbang inflasi adalah perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga 0,43 persen, perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga 0,98 persen, kesehatan 1,91 persen, transportasi 0,68 persen, rekreasi, olahraga, dan budaya 1,21 persen, penyediaan makanan dan minuman/restoran 1,22 persen, perawatan pribadi dan jasa lainnya 3,59 persen.

Sementara itu, tiga kelompok pengeluaran justru mengalami deflasi, yakni pakaian dan alas kaki 0,15 persen, informasi, komunikasi, dan jasa keuangan 0,14 persen, pendidikan turun cukup dalam sebesar 9,90 persen.

"Kontribusi inflasi terbesar secara tahunan berasal dari kelompok makanan, minuman, dan tembakau dengan andil 2,53 persen, disusul kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,21 persen. Adapun kelompok pendidikan memberikan andil deflasi terdalam, mencapai 0,43 persen," ujar Dewi.

Badan Pusat Statistik Kota Pangkalpinang juga mencatat sejumlah komoditas yang dominan mendorong inflasi tahunan pada November 2025, di antaranya cabai merah, ikan tenggiri, emas perhiasan, cumi-cumi, daging ayam ras, ikan selar, sayuran seperti bayam, kangkung, sawi hijau. Kemudian beras, minyak goreng, mobil, sigaret kretek tangan (SKT), dan sate.

Adapun komoditas penyumbang deflasi y-on-y adalah biaya sekolah menengah atas, angkutan udara, sampo, popok bayi sekali pakai, bawang putih, telepon seluler, tomat, air kemasan, daging sapi, jaket pria, sepatu olahraga pria, kipas angin.

Untuk inflasi bulanan (m-to-m) pada November 2025, komoditas yang paling menekan kenaikan harga, antara lain ikan selar, angkutan udara, ikan dencis, ikan tenggiri, jeruk, cumi-cumi, udang, kangkung, cabai merah, bawang merah, serta obat dan vitamin. 

Sementara itu, komoditas yang memberi andil deflasi m-to-m mencakup cabai rawit, beras, biskuit, sabun mandi, kentang, wafer, susu cair kemasan, dan asam.

Dengan capaian inflasi November 2025 ini, Dewi menegaskan bahwa BPS terus memantau pergerakan harga secara harian dan berkala untuk memastikan kondisi inflasi tetap terkendali menuju akhir tahun. 

"Kami berharap koordinasi antarinstansi mampu menjaga stabilitas pasokan dan harga, terutama menghadapi momen libur panjang dan perayaan akhir tahun," ujarnya. (t2)

Sumber: Bangka Pos
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved