Kamis, 16 April 2026

Berita Belitung Timur

Pemkab Belitung Timur Gandeng Dua Perusahaan Perkuat Rantai Pasok Minyakita

Pemerintah Kabupaten Belitung Timur, PT SWP, dan PT NAD menandatangani nota kesepahaman penyediaan Minyakita.

Editor: suhendri
posbelitung.co/Kautsar Fakhri Nugraha
PENANDATANGANAN MOU - Penandatanganan nota kesepahaman (MoU) penyediaan Minyakita oleh Pemerintah Kabupaten Belitung Timur bersama PT Steelindo Wahana Perkasa (SWP) dan PT Nusa Agri Digdaya di halaman kantor Bupati Belitung Timur, Kepulauan Bangka Belitung, Jumat (13/3/2026). 

Ia pun mengapresiasi keberadaan para mitra yang telah berkomitmen penuh menyediakan Minyakita dengan harga distributor.

Kerja sama ini dianggapnya sebagai jalan untuk mewujudkan stabilitas harga Minyakita dan sehat bagi raga.

Kamarudin meminta agar komitmen penyediaan minyak goreng tersebut benar-benar dijalankan dengan penuh tanggung jawab oleh PT SWP maupun PT NAD.

Dia tak segan-segan memberikan teguran keras jika ada pihak-pihak yang mencoba bermain dengan stok atau harga yang sudah disepakati.

"Mereka kan sudah tanda tangan. Berarti otomatis sudah jadi tanggung jawab mereka ke depan," ujar Kamarudin.

Melalui penandatanganan MoU tersebut, Kamarudin berharap tidak ada lagi keresahan dalam usaha kuliner menjelang Idulfitri.

Pasokan Minyakita yang kini diperkuat oleh dua perusahaan diharapkan menjadi modal kuat bagi UMKM untuk tetap produktif menghasilkan sajian Lebaran yang sehat. 

Temuan sidak

Sebelumnya diberitakan, Pemerintah Kabupaten Belitung Timur berencana memberikan subsidi atau bantuan minyak goreng kepada pedagang makanan di daerahnya. Tujuannya agar pedagang tidak lagi menggunakan minyak goreng secara berulang-ulang.

Hal itu disampaikan Bupati Belitung Timur Kamarudin Muten saat melakukan pengawasan pangan Ramadan di sentra takjil di pekarangan depan kantor Camat Manggar, Senin (9/3/2026). 

Pada kesempatan tersebut, Kamarudin sempat memperhatikan beberapa lapak pedagang makanan yang warna minyak gorengnya mulai menghitam, terindikasi digunakan berulang kali.

Menurutnya, penggunaan minyak goreng jelantah yang berulang-ulang sangat membahayakan kesehatan masyarakat.

Ia tak ingin pedagang hanya mengejar untung besar dengan mengorbankan kesehatan pembeli.

"Minyak goreng itu kalau dipakai berulang-ulang sangat tidak baik kalau sudah sampai hitam. Jangan sampai mereka ingin untung lebih banyak, akhirnya masyarakat yang dikorbankan," kata Kamarudin.

Akan tetapi, dia memahami dilema pedagang kecil yang mungkin tercekik harga bahan baku.

Kamarudin pun tidak hanya memberi teguran, tetapi juga memberikan solusi.

Pihaknya berencana memberikan subsidi atau bantuan minyak goreng agar pedagang makanan tidak lagi menggunakan minyak berkali-kali.

"Lebih baik saya bantu mereka. Kalau mereka merasa sudah tidak sanggup beli minyak karena mahal, nanti kita subsidi. Kita punya Minyak Kita sendiri, kita produksi di sini," ujar Kamarudin. (z1)

Sumber: Bangka Pos
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved