Aktivasi KTP Digital di Pangkalpinang Masih Sangat Rendah

Warga yang ingin membuat KTP digital cukup membawa ponsel berbasis android, KTP, dan kartu keluarga (KK)

Editor: suhendri
ISTIMEWA
Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Pangkalpinang, Darwin. 

PANGKALPINANG, BABEL NEWS - Aktivasi Identitas Kependudukan Digital atau lebih dikenal dengan KTP digital di Pangkalpinang dinilai sangat rendah. Hal itu menjadi salah satu pekerjaan rumah bagi Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Pangkalpinang.

Kepala Disdukcapil Kota Pangkalpinang Darwin mengatakan, dari target 25 persen penduduk Pangkalpinang yang melakukan perekaman data kartu tanda penduduk elektronik (KTP-el), baru sebanyak satu persen yang melakukan aktivasi IKD.

"Angka tersebut masih sangat rendah, baru di kisaran satu persen. Jadi banyak pekerjaan rumah kami untuk registrasi kependudukan digital," kata Darwin, Kamis (19/1/2023).

Secara sederhana, lanjut dia, KTP digital merupakan aplikasi yang memuat tentang identitas diri layaknya yang tertera pada e-KTP fisik, seperti nomor induk kependudukan (NIK), nama lengkap, tanggal lahir, hingga alamat.

"Ini merupakan transformasi dari e-KTP fisik menjadi identitas digital yang bisa diakses melalui ponsel pintar," ujar Darwin.

Selain identitas pribadi, KTP digital juga akan memuat data lain yang terintegrasi dengan NIK, seperti kartu keluarga, kartu vaksin Covid-19, nomor pokok wajib pajak (NPWP), kepemilikan kendaraan, dan lainnya.

"Di dalam KTP digital juga ada daftar pemilih tetap untuk pemilihan umum (pemilu) 2024 juga ada. Dokumen-dokumen lainnya juga data aparatur sipil negara (ASN) juga lengkap ada di situ," kata Darwin.

Dia menyebutkan, penerapan KTP digital berlaku di seluruh daerah di Indonesia. Penerapannya merujuk pada Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 72 Tahun 2022 tentang Standar dan Spesifikasi Perangkat Keras, Perangkat Lunak, dan Blangko Kartu Tanda Penduduk Elektronik serta Penyelenggaraan Identitas Kependudukan Digital.

Darwin menegaskan, KTP digital tidak akan menghapus e-KTP yang kartunya sudah dimiliki masyarakat. Pasalnya, saat ini belum semua masyarakat memiliki telepon pintar dan bisa memakainya. Tidak semua masyarakat harus mengakses aplikasi KTP digital.

Lebih lanjut, ia mengatakan, penerapan IKD dilakukan secara bertahap. Awalnya, menyasar ASN terlebih dahulu. Namun, kini juga sudah menyasar masyarakat umum. "Masyarakat sepertinya belum tertarik, jadi kita terus berupaya melakukan sosialisasi," ucap Darwin.

Warga yang ingin membuat KTP digital cukup membawa ponsel berbasis android, KTP, dan kartu keluarga (KK). Nanti, ada petugas yang membantu untuk melakukan pendaftaran melalui aplikasi yang telah disiapkan.

"Kita sosialisasi terus di media sosial agar masyarakat sadar akan dokumen kependudukan. Seandainya kita kehilangan kartu fisiknya, kita masih memiliki cadangan data dokumen digital," kata Darwin. (u1)

Sumber: Bangka Pos
  • Berita Populer

    Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved