Kabar Bangka Barat
Duit Korban Penipuan Berkedok Lelang Kendaraan Rp3 Juta Raib
HD wartawan TV asal Mentok, Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Bangka Belitung menjadi korban penipuan dengan modus menawarkan keuntungan.
MENTOK, BABEL NEWS - HD wartawan TV asal Mentok, Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Bangka Belitung menjadi korban penipuan dengan modus menawarkan keuntungan dari jual beli kendaraan roda empat dengan sistem lelang.
Kasus penipuan ini diungkapkan HD, bermula pada Minggu (6/10).
Ia mendapatkan telepon dari seorang teman atau kerabatnya yang selama ini dia kenal. Namun, ternyata, nomor tersebut dibajak atau palsu. Bukan nomor sebenarnya.
Modus penipuan dikatakan HD, seperti memiliki skenario yang rapi. Karena dirinya ditelepon oleh dua orang, mengaku-ngaku seolah sebagai si penjual dan pembeli dengan nomor 0813 6773 3838 dan 0813 9998 6932.
Penipu itu, menawarkan pembagian keuntungan dari penjualan kendaraan roda empat merek Pajero Sport yang sedang dilelang oleh perusahaan BUMN dengan harga Rp300 juta.
Tergiur dengan bisnis itu, HD, tidak ragu, karena mengenal suara dan karakter tulisan yang mirip dengan temanya, mantan GM ASDP Tanjungkalian Christopher.
Ia bahkan, menerima tawaran dan membantu mentransfer sejumlah uang mencapai Rp3 juta.
"Saya percaya karena suaranya dan karakter tulisanya mirip, nomor telepon itu merupakan nomor Pak Christoper yang dulunya pernah menjabat GM ASDP Tanjungkalian. Tetapi ternyata, bukan nomornya, dan tidak aktif lagi ketika sudah saya transfer," kata HD kepada Bangkapos.com, Senin (7/10) di Mentok.
HD mengatakan, awalnya penipu tersebut meminta uang bukan berjumlah Rp3 juta, tetapi Rp10 juta. Tetapi HD tak dapat menyanggupinya, karena tak memiliki uang sebanyak itu.
Uang itu diminta untuk menutupi kekurangan pembelian mobil merek Pajero Sport yang dilelang perusahaan dengan harga Rp300 juta, baru terbayar oleh pembeli Rp200 juta.
Supaya lebih meyakinkan, HD dikirimkan bukti transfer pengiriman uang dengan setiap bukti transaksi atau transfer mencapai Rp100 juta, sebanyak dua kali.
"Saya percaya karena yang telepon, saya pikir teman tadi. Suaranya mirip. Kemudian ada bukti transfer dua kali, berjumlah Rp200 juta. Tetapi lama kelamaan saya seperti dipaksa untuk mencari uang, menutupi kekurangan harga mobil tersebut. Nanti keuntungan dari lelang kendaraan dibagi-bagi," ungkapnya.
"Penipu itu mengatakan, masih kurang Rp10 juta, kemudian dia telepon lagi, kurang Rp5 juta dan telepon lagi kurang Rp3 juta. Lalu saya mengiyakan dan mengirimnya," kata HD.
Kasus ini akhirnya dilaporkan HD ke polisi dan meminta pelaku penipuan ditemukan secepatnya.
"Sudah saya sampaikan nomor telpon tersebut ke Polres Bangka Barat. Kasat Reskrim mengatakan akan dicari nomor tersebut," katanya.
HD mengharapkan, kasus penipuan ini, tidak lagi terjadi ke masyarakat lainnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/babel/foto/bank/originals/ilustrasi-penipuan.jpg)