Kamis, 7 Mei 2026

Kabar Pangkalpinang

Kondisi Ekonomi Bangka Belitung Masih Terkendali, Inflasi Bulan Maret Capai 1,83 Persen

BPS Bangka Belitung mencatat inflasi year on year (y-on-y) sebesar 1,13 persen pada Maret 2025 dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) mencapai 105,22. 

Tayang:
Editor: Rusaidah
Istimewa/Dok. BPS Bangka Belitung
FOTO BERSAMA - Kepala BPS Babel Toto Haryanto bersama stakeholder foto bersama usai menyampaikan rilis Berita Resmi Statistik (BRS), Selasa (8/4). 

PANGKALPINANG, BABEL NEWS - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mencatat inflasi year on year (y-on-y) sebesar 1,13 persen pada Maret 2025 dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) mencapai 105,22. 

Secara bulanan, inflasi month to month (m-to-m) tercatat sebesar 1,83 persen atau naik dari bulan sebelumnya. Sementara inflasi year to date (y-to-d) berada di angka 0,93 persen. 

Meski terjadi kenaikan harga, kondisi ini dinilai masih terkendali dan menjadi sinyal positif geliat ekonomi masyarakat.
Kepala BPS Babel Toto Haryanto menyebut, perkembangan harga yang terjadi menunjukkan peningkatan aktivitas ekonomi di masyarakat.

"Untuk bulan ini inflasi kita memang naik, ini menunjukkan bahwa nilai-nilai di pasaran mulai naik dan menunjukkan geliat positif bagi ekonomi kita. Sejauh ini, kondisi inflasi masih terkendali dalam range 2,5 persen atau 1 persen, masih tergolong bagus atau terkendali," ungkap Toto saat menyampaikan rilis Berita Resmi Statistik (BRS), Selasa (8/4).

Peningkatan inflasi disumbang oleh kenaikan harga pada beberapa kelompok pengeluaran, terutama tarif listrik dan bawang merah. 

Kenaikan harga bawang merah, menurut Toto, dipicu oleh terganggunya pasokan akibat kondisi cuaca yang menyebabkan gagal panen di beberapa wilayah.

"Harga bawang naik karena stok terbatas. Banyak wilayah yang terdampak genangan air sehingga stok yang masuk ke pasar berkurang dan harga naik," jelasnya.

Pemantauan BPS di empat kabupaten/kota berdasarkan Survei Biaya Hidup (SBH) 2022 menunjukkan IHK meningkat dari 104,04 pada Maret 2024 menjadi 105,22 pada Maret 2025.

Meski inflasi masih dalam batas aman, Toto mengingatkan agar semua pihak tetap waspada. Ia menyoroti potensi peningkatan konsumsi masyarakat menjelang momen-momen penting seperti libur sekolah dan hari besar lainnya, yang berpotensi mendorong lonjakan harga.

"Kita harus antisipasi agar inflasi tidak terus merangkak. Komoditas penting seperti beras, minyak dan kebutuhan pokok lainnya harus dijaga dari sisi pasokan dan distribusinya, supaya tidak ada gejolak harga di pasar," tegasnya. (t3)

Sumber: Bangka Pos
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved