Kabar Belitung
Cuaca Buruk Dongkrak Harga Ikan, Inflasi Tahun Kalender Mulai Positif di Belitung
Badan Pusat Statistik (BPS) Belitung mencatat Tanjungpandan mengalami inflasi sebesar 0,95 persen secara bulanan (month to month) pada April 2025.
TANJUNGPANDAN, BABEL NEWS - Badan Pusat Statistik (BPS) Belitung mencatat Tanjungpandan mengalami inflasi sebesar 0,95 persen secara bulanan (month to month) pada April 2025.
Inflasi ini terutama disebabkan oleh naiknya harga komoditas bahan makanan, terutama dari kelompok makanan, minuman dan tembakau.
Plt Kepala BPS Belitung Muhammad Syafiudin menjelaskan, bahwa komoditas penyumbang inflasi terbesar berasal dari sektor pangan, khususnya ikan bulat, sawi hijau dan ikan kerisi.
"Ikan bulat mengalami inflasi sangat tinggi, sebesar 21,79 persen, akibat cuaca buruk yang menurunkan hasil tangkapan nelayan," ujar Syafiudin, dari rilis berita resmi statistik, Kamis (2/5).
Selain ikan bulat, harga sayuran seperti sawi hijau juga ikut naik, turut memberikan dorongan terhadap inflasi bulan April.
Namun, ada pula komoditas yang justru mengalami penurunan harga.
Satu di antaranya adalah daging ayam ras, yang pada April 2025 mencatat deflasi sebesar 11,40 persen, sehingga menyumbang andil negatif sebesar 0,22 persen terhadap inflasi. Secara tahunan (year on year), Tanjungpandan mencatat inflasi sebesar 0,23 persen.
Komoditas yang menjadi penyumbang inflasi tahunan antara lain sigaret kretek mesin (SKM), ikan kembung dan cabai merah.
Menariknya, inflasi pada April ini menyebabkan perhitungan inflasi tahun kalender periode Januari-April 2025 menjadi positif sebesar 0,27 persen. Ini adalah inflasi tahun kalender pertama pada 2025, setelah tiga bulan sebelumnya Tanjungpandan justru mencatat deflasi secara kumulatif.
"Perubahan ini menunjukkan adanya pembalikan tren. Meski angkanya belum tinggi, ini menjadi sinyal bahwa tekanan harga mulai muncul, terutama dari sektor pangan yang sensitif terhadap cuaca," kata Syafiudin.
BPS juga mencatat bahwa seluruh titik pemantauan harga di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yakni Pangkalpinang, Tanjungpandan, Bangka Barat, dan Belitung Timur sama-sama mengalami inflasi pada April 2025.
Hal ini mengindikasikan bahwa tren kenaikan harga bersifat luas dan tidak terbatas pada satu wilayah saja.
Syafiudin menekankan pentingnya antisipasi terhadap faktor-faktor musiman dan eksternal, terutama cuaca dan distribusi, yang sangat mempengaruhi harga di daerah kepulauan seperti Belitung.
"Koordinasi antar instansi dan kesiapsiagaan menghadapi musim sangat penting, agar inflasi tetap terkendali dan daya beli masyarakat tidak terganggu," tuturnya. (del)
| Kejari Gandeng Kodim 0414 Belitung Jaga Stabilitas di Daerah |
|
|---|
| SMAN 1 Manggar Sabet Dua Kategori Juara Semarak Hardiknas |
|
|---|
| Kamarudin Hibahkan 16 Ha Lahan Pribadi untuk SMA Unggul Garuda |
|
|---|
| DPRD Belitung Minta Seleksi Calon Direktur BUP Tanjung Batu Patuhi Aturan |
|
|---|
| Seleksi Direktur BUP Tanjung Batu, Vina Tegaskan Jangan Ada Transaksi Jabatan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/babel/foto/bank/originals/RILIS-BERITA-STATISTIK-BPS-Belitung-saat-menyampaikan-rilis-resmi.jpg)