Rabu, 13 Mei 2026

Kabar Belitung

Dukong Masuk Program Desa Cinta Statistik

Desa Dukong ditetapkan sebagai desa dalam Program Desa Cinta Statistik (Desa Cantik) tahun 2025 di Kabupaten Belitung.

Tayang:
Editor: Rusaidah
Posbelitung.co/Adelina Nurmalitasari
PENYERAHAN PIAGAM - Foto bersama usai penyerahan piagam pencanangan Program Desa Cinta Statistik di Kantor BPS Belitung, Jumat (2/5). 

TANJUNGPANDAN, BABEL NEWS - Desa Dukong ditetapkan sebagai desa dalam Program Desa Cinta Statistik (Desa Cantik) tahun 2025 di Kabupaten Belitung.

Penetapan ini menjadi bagian dari upaya mendorong pemanfaatan data sebagai dasar pengambilan kebijakan di tingkat desa.
Plt Kepala BPS Kabupaten Belitung Muhammad Syafiudin menyebut, bahwa selama ini data dan informasi di tingkat desa belum digunakan secara optimal, padahal perannya sangat penting dalam setiap tahap pembangunan.

"Data itu bukan hanya soal angka. Ia menjadi panduan mulai dari menentukan sasaran program, memantau pelaksanaan, hingga mengevaluasi dampaknya. Kalau datanya kuat, kebijakan jadi lebih tepat sasaran," ujar Syafiudin, Jumat (2/5).

Program Desa Cantik bertujuan meningkatkan literasi statistik di kalangan perangkat desa dan masyarakat.

Melalui pembinaan, desa didorong memiliki sistem data yang mutakhir dan mampu digunakan dalam perencanaan berbasis kebutuhan riil.

Penetapan Desa Dukong dilakukan setelah mempertimbangkan sejumlah kriteria, seperti belum pernah ditetapkan sebelumnya sebagai Desa Cantik, tersedianya fasilitas internet dan komputer di kantor desa, serta kesiapan SDM dalam pengelolaan data.

"Di Belitung sudah ada tiga desa yang dibina sebelumnya. Tahun ini, Desa Dukong masuk sebagai bagian dari 497 desa se-Indonesia yang akan mendapat pendampingan," jelas Syafiudin.

Melalui program ini, BPS berharap desa memiliki agen statistik yang memahami dasar-dasar pengolahan data dan bisa memastikan ketersediaan data yang akurat dan mudah diakses.

Data ini menjadi pijakan dalam menyusun program pembangunan desa, dari infrastruktur hingga layanan sosial.

Sementara itu, Kabid Sosial, Budaya, dan Pemerintahan Bappeda, Hennyka mengatakan, dukungan kepala desa sangat dibutuhkan agar proses pembinaan berjalan efektif.

"Ini bukan hanya soal pelatihan. Harapannya, budaya memanfaatkan data bisa tumbuh dari tingkat desa. Supaya kebijakan benar-benar berangkat dari kebutuhan yang nyata," ujarnya. (del)

Sumber: Bangka Pos
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved