Kamis, 14 Mei 2026

Berita Bangka Barat

Pascaputusnya Jembatan di Dusun Sinar Kelabat Parittiga, 5 Jam, Warga Buat Jembatan Darurat

Sejumlah warga Dusun Sinar Kelabat, Desa Cupat bersama personel Polsek Jebus bergotong royong membangun jembatan darurat di wilayahnya.

Tayang:
Istimewa/ Polres Babar
JEMBATAN DARURAT--Personel Polsek Jebus bersama masyarakat Dusun Sinar Kelabat, Desa Cupat, Kecamatan Parittiga, Kabupaten Bangka Barat, Senin (8/12/2025) bergotong royong membangun jembatan darurat. 

PARITTIGA, BABEL NEWS - Sejumlah warga Dusun Sinar Kelabat, Desa Cupat, Kecamatan Parittiga, Kabupaten Bangka Barat, bersama personel Polsek Jebus bergotong royong membangun jembatan darurat di wilayahnya, Senin (8/12). Diketahui, jembatan yang menghubungkan Desa Cupat dengan wilayah Parittiga dan Jebus sempat mengalami kerusakan hingga tidak bisa dilalui, pada Minggu (7/12) sore.

Kasi Humas Polres Bangka Barat, Iptu Yos Sudarso mengatakan, pengerjaan jembatan darurat ini dilakukan, dalam waktu sekitar lima jam agar akses masyarakat tidak terputus. "Polres Bangka Barat melalui Polsek Jebus bergerak bersama untuk membantu warga membangun jembatan darurat. Karena jalan ini sangat penting dan dilalui warga setiap hari," kata Iptu Yos Sudarso, Selasa (9/12).

Ia meminta, masyarakat tetap berhati-hati saat melintasi jembatan darurat, hingga nantinya perbaikan permanen dilakukan oleh instansi terkait. "Ini kita lakukan untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat. Tetap berhati hati saat melintas di situ, sampai nanti dibangun jembatan permanennya," ujarnya.

Diketahui sebelumnya, cuaca ekstrem yang sempat melanda Desa Cupat, Kecamatan Parittiga, Kabupaten Bangka Barat, mengakibatkan satu unit toko yang bersambung dengan bangunan rumah roboh dan jembatan putus di Dusun Sinar Kelabat, pada Minggu (7/12) sore.

Kejadian itu, setelah Desa Cupat diguyur hujan lebat sejak pagi hari hingga sore. Hujan dengan intensitas tinggi menyebabkan debit aliran sungai meningkat drastis hingga menggerus struktur jembatan.

Camat Parittiga, Adhian Zulhajjany mengatakan, derasnya arus air mengakibatkan satu bangunan toko yang bersambung dengan rumah warga di sekitar bantaran sungai tak mampu bertahan atau roboh.

Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, akses warga menjadi terhambat akibat terputusnya jembatan. "Karena hujan dari pagi sampai sore. Sore tadi kejadian di Dusun Sinar Kelabat, kondisi sekarang jembatan dan rumah warga bagian tokonya ada dinding amblas, karena dekat talud sungai," kata Adhian Zulhajjany.

Ia memastikan, pemilik rumah yang roboh akibat tergerus arus dalam kondisi selamat. "Saat talud ambruk, rumah dalam keadaan kosong karena sebelumnya sudah diantisipasi. Korban saat ini mengungsi ke rumah keluarga," ujarnya. (riu)

Picu Kenaikan Air Sungai
ALIRAN sungai yang berada di dekat Pasar Mentok, Kecamatan Mentok, Kabupaten Bangka Barat, terlihat hampir meluap dengan volume air, menyamai tinggi jalan aspal, pada Selasa (9/12) pagi. Kondisi tersebut juga membuat permukaan air mendekati dinding sejumlah rumah warga yang berada di pinggiran sungai. 

Situasi ini dipicu oleh pasangnya air laut yang diprediksi masih berlangsung beberapa hari ke depan. Air sungai tampak berwarna kuning. Sementara aktivitas warga di sekitar kawasan tersebut masih berjalan normal. 

Kepala BPBD Bangka Barat, Safrizal mengatakan, pada 9 Desember 2025 ketinggian air laut di perairan Mentok, posisi 42 atau 4,2 meter pada pukul 10.00 WIB dan pada 10 Desember 2025 ketinggian air laut di posisi 40 atau 4,0 meter pada pukul 11.00 WIB.

"Kami hari ini, masih siaga bencana pemantauan air pasang dan cuaca ekstrem di Culong, Tanjung Laut, belakang kejaksaan dan pasar. Telah melakukan langkah menghadapi periode pasang air laut yang menyebabkan banjir rob di sejumlah daerah pesisir," kata Safrizal.

Ia menjelaskan, sebelumnya banjir rob melanda sejumlah wilayah di Kecamatan Mentok, seperti Kampung Tanjung, Kampung Tanjung Pakdan, Kampung Ulu, Tanjung Kalian, Tanjung Laut, dan Teluk Rubiah Laut. Dengan, jumlah yang terdampak di lokasi itu 593 bubung rumah.

"Kami terus memantau dan melakukan penanganan banjir rob. Saat ini, kondisi air masih tergenang di beberapa bagian, namun berangsur mulai surut seiring menunggu air benar-benar turun," ujarnya.

Ia memastikan, potensi hujan masih terus terjadi di Bangka Barat. Untuk itu, antisipasi telah disiapkan menghadapi periode pasang air laut dan curah hujan tinggi. (riu)

Sumber: Bangka Pos
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved