Berita Belitung
Fithrorozi: Eks Sekolah Kuomintang Baru Diduga Cagar Budaya
Fithrorozi menegaskan bangunan eks Sekolah Kuomintang berstatus objek diduga cagar budaya (ODCB).
"Tetapi apa pun keputusannya, kita tetap mengacu pada Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2010. Jadi bagaimana nanti pemanfaatannya, jangan sampai melenceng dari koridor aturan," tuturnya.
Wabup ajak turun ke lokasi
Wacana perombakan sisa bangunan eks Sekolah Kuomintang menuai pro dan kontra di tengah masyarakat, khususnya di media sosial.
Menanggapi hal itu, Wakil Bupati Belitung Syamsir mengajak seluruh pihak, terutama budayawan, pemerhati budaya, dan masyarakat luas, untuk melihat secara langsung kondisi bangunan eks Sekolah Kuomintang serta kawasan food court yang berada di lokasi tersebut.
Menurut Syamsir, sebelum memberikan pernyataan atau penilaian, alangkah baiknya semua pihak datang langsung ke lapangan agar memahami kondisi riil di kawasan itu.
“Saya mengajak semua pihak, khususnya budayawan dan pemerhati budaya, untuk melihat langsung kondisi food court dan eks sekolah tersebut. Jangan sampai ber-statement, tetapi belum pernah sama sekali ke lokasi,” kata Syamsir, Selasa (30/12/2025).
Menurutnya, dengan melihat secara langsung, masyarakat bisa memahami situasi di lapangan, baik saat ada kegiatan maupun ketika tidak ada aktivitas sama sekali di kawasan tersebut.
“Silakan dilihat langsung, bisa siang hari, malam hari, atau sekadar melintas. Dengan begitu, masukan dan saran yang diberikan akan lebih objektif dan berdasarkan kondisi nyata,” ujarnya.
Syamsir menyebutkan, momentum menyambut Tahun Baru 2026 menjadi waktu yang tepat untuk membuka ruang dialog dan partisipasi publik terkait penataan kawasan tersebut.
Pemerintah daerah, kata dia, tetap memperhatikan berbagai aspek sebelum mengambil kebijakan.
“Ini momentum Tahun Baru 2026. Pemerintah daerah tetap memperhatikan semua aspek, termasuk saran, masukan, dan pemikiran dari masyarakat,” kata Syamsir.
Ia juga mengungkapkan wacana pemerintah daerah untuk mengumpulkan berbagai dokumen lama terkait eks Sekolah Kuomintang, seperti foto-foto sejarah dan informasi biografi sekolah tersebut.
Dokumen-dokumen itu nantinya dapat dipajang di dinding-dinding food court dengan konsep penataan yang menarik sehingga nilai sejarah bangunan tetap terjaga dan bisa diketahui oleh pengunjung.
Syamsir berharap, dengan pendekatan tersebut, kawasan eks Sekolah Kuomintang tidak hanya berfungsi sebagai ruang publik dan ekonomi, tetapi juga tetap memiliki nilai edukasi dan sejarah bagi masyarakat Belitung. (dol)
| Pemkab Belitung Timur Gandeng BRIN Kaji Arsip Sejarah Daerah |
|
|---|
| Kasus Dugaan Penipuan di Keciput Masuk Babak Baru, Mantan Kades Dititip di Lapas Tanjungpandan |
|
|---|
| Prevalensi Stunting di 5 Desa Beltim di Atas Target 15,38 Persen, Renggiang Tertinggi |
|
|---|
| 178 Atlet Pelajar Berlaga di O2SN Belitung Timur 2026 |
|
|---|
| Beltim Sediakan Kuota 3.221 Siswa SD/MI dan 2.439 Siswa SMP/MTs di SPMB 2026 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/belitung/foto/bank/originals/20260102-Penampakan-bangunan-eks-Sekolah-Kuomintang.jpg)