Berita Bangka Barat

Kapal Nelayan Terbalik Dihantam Ombak Besar, Tiga Nelayan Terapung Selama 5 Jam

Wawan (37), Jery (26), dan Tomi (26), tiga nelayan asal Makarti, Kabupaten Ogan Komering Ilir, Provinsi Sumatera Selatan, terombang-ambing di laut.

Istimewa/ Polres Babar
DIHANTAM OMBAK BESAR -- Cuaca ekstream yang melanda perairan Kabupaten Bangka Barat, pada Senin (7/4/2025) kemarin, terjadi peristiwa kapal nelayan terbalik, usai dihantam gelombang besar. Akibatnya tiga nelayan asal Makarti, Kabupaten Ogan Komering Ilir, Provinsi Sumatera Selatan, terombang-ambing di laut selama lima jam di perairan Karang Aji, Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung ( Babel ). 

MENTOK, BABEL NEWS - Wawan (37), Jery (26), dan Tomi (26), tiga nelayan asal Makarti, Kabupaten Ogan Komering Ilir, Provinsi Sumatera Selatan, terombang-ambing di laut selama lima jam di Perairan Karang Aji, Kabupaten Bangka Barat. Ketiganya terombang-ambing setelah kapal nelayan yang ditumpanginya terbalik dihantam ombak besar saat cuaca ekstrem melanda perairan Kabupaten Bangka Barat, Senin (7/4) malam.

Kasat Polairud Polres Bangka Barat, Iptu Yudi Lasmono membenarkan, sejumlah nelayan ini mengalami musibah ketika kapal yang mereka tumpangi terbalik, akibat dihantam gelombang besar saat hendak kembali dari Perairan Karang Aji, setelah melakukan aktivitas menangkap ikan.

Ia menjelaskan, proses evakuasi dilakukan tim gabungan dari Sat Polairud Polres Bangka Barat, Direktorat Polairud Polda Bangka Belitung, KSOP Mentok, dan Basarnas, yang bergerak cepat untuk menyelamatkan ketiga nelayan itu, pada Senin (7/4) malam.

Menurutnya, kapal yang terbalik membuat nelayan terperangkap di tengah laut tanpa dapat melakukan pertolongan diri. Sehingga upaya evakuasi dilakukan secara cepat dan terkoordinasi.

"Kondisi kapal yang terbalik dan terombang-ambing membuat para nelayan ini terisolasi di laut. Namun, berkat kerja sama yang baik antar tim gabungan, mereka berhasil ditemukan dalam keadaan selamat dan sehat," ujar Yudi Lasmono.

Ia menambahkan, setelah dievakuasi, ketiga nelayan tersebut langsung diberikan pemeriksaan medis dan akan diserahkan kepada pihak keluarga mereka.

Kapolres Bangka Barat, AKBP Pradana Aditya Nugraha, mengapresiasi kesigapan tim yang terlibat dalam operasi penyelamatan ini. "Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah berperan aktif dalam proses evakuasi ini. Semoga kejadian ini bisa menjadi pelajaran bagi kita semua untuk selalu lebih berhati-hati dalam beraktivitas di laut," kata Pradana Aditya Nugraha.

Ia juga meminta kepada masyarakat, khususnya para nelayan, agar selalu memperhatikan faktor keselamatan sebelum berlayar. "Kami mengimbau kepada seluruh nelayan untuk selalu memeriksa kondisi kapal sebelum berangkat, menggunakan alat keselamatan seperti pelampung, serta memantau perkiraan cuaca. Jangan ragu untuk menunda perjalanan jika kondisi cuaca tidak mendukung," tegasnya.

Dirinya mengingatkan untuk selalu melaporkan keberadaan dan tujuan perjalanan kepada keluarga atau pihak terkait guna memudahkan pencarian apabila terjadi hal yang tidak diinginkan. "Diharapkan kejadian serupa dapat dihindari dengan kewaspadaan yang lebih tinggi," katanya. (riu)

Sumber: Bangka Pos
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved