Berita Bangka Selatan
Desember 2025, Ada 837 Kasus ISPA di Bangka Selatan
Pemkab Bangka Selatan mencatat terjadi lonjakan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) sepanjang Desember 2025.
TOBOALI, BABEL NEWS - Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Kabupaten Bangka Selatan mencatat terjadi lonjakan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) sepanjang Desember 2025. Hal ini seiring cuaca ekstrem yang melanda sebagian besar wilayah tersebut.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Kabupaten Bangka Selatan, Slamet Wahidin mengatakan, kondisi cuaca dingin dan lembab akibat hujan berkepanjangan menjadi faktor utama meningkatnya kasus influenza di tengah masyarakat. Selama satu bulan terakhir pihaknya mencatat terjadi lonjakan kasus ISPA terutama influenza sebesar 30 persen atau sebanyak 187 kasus.
Jumlah kasus ISPA pada Desember 2025 tercatat sebanyak 837 kasus. Angka ini meningkat dibandingkan November 2025 yang mencapai 650 kasus. "Ini karena pengaruh cuaca ekstrem dengan intensitas hujan yang semakin tinggi. Akibatnya Perkembangan bakteri dan virus akan lebih cepat ketika cuaca dingin," kata Slamet Wahidin, Senin (5/1).
Slamet Wahidin mengungkapkan, walaupun terjadi kenaikan kasus ISPA, secara umum belum ada lonjakan signifikan yang mengkhawatirkan. Pihaknya terus memantau perkembangan kasus di fasilitas pelayanan kesehatan, baik puskesmas maupun rumah sakit.
Dirinya memaparkan kelompok yang paling rentan terpapar influenza adalah anak-anak, khususnya usia 1 hingga 10 tahun. Anak-anak rentan terkena influenza karena sistem kekebalan tubuh mereka belum matang dan belum banyak terpapar virus.
Selain itu, lanjut usia (Lansia) dan masyarakat dengan penyakit penyerta atau komorbid juga memiliki risiko lebih tinggi mengalami gejala berat. "Lansia serta masyarakat yang memiliki penyakit komorbid seperti diabetes melitus, hipertensi, dan penyakit menahun lainnya juga memiliki risiko tinggi terpapar influenza," jelas Slamet Wahidin.
Menghadapi kondisi tersebut, pemerintah daerah mengintensifkan upaya pencegahan dengan meningkatkan edukasi kepada masyarakat. Salah satu langkah utama adalah mengajak masyarakat menerapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dalam kehidupan sehari-hari.
"Bila perlu, dilakukan vaksinasi ataupun imunisasi untuk lansia dan anak-anak yang rentan, khususnya yang memiliki penyakit komorbid. Karena mereka lebih berisiko dibandingkan kelompok lainnya," ucapnya.
Pihaknya memastikan akan terus melakukan pemantauan dan langkah antisipatif. Langkah ini penting untuk mencegah peningkatan kasus influenza dan ISPA di Kabupaten Bangka Selatan, terutama selama cuaca ekstrem masih berlangsung.
"Masker penting untuk melindungi diri sendiri dan mencegah penularan ke orang lain, serta harus dipakai selama sakit," pungkas Slamet Wahidin. (u1)
| Polsek Lepar Pongok Panen 500 Kilogram Jagung Pipil |
|
|---|
| Pemkab Bangka Selatan Panen Benih Padi Seluas 10 Hektare |
|
|---|
| Tersebar di Kecamatan Payung dan Airgegas, Bangka Selatan Kantongi 9 Blok WPR |
|
|---|
| Kemendikdasmen Catat 4.638 Anak Bangka Selatan Tak Sekolah, Verifikasi Lapangan Belum Rampung |
|
|---|
| Terseret Kasus SP3AT Fiktif di Bangka Selatan, Pemkab Bekukan Status PNS Mantan Camat Lepar |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/Slamet-Wahidin-Dinkes-Bangka-Selatan.jpg)