Breaking News:

Bikin Geger Buaya Terkam Leher Pekerja TI, Ngeri Korban Dimulut Hewan Predator, Diseret ke Sungai

Konflik antara buaya dengan warga di Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung kembali terjadi.

Editor: nurhayati
Kolase NY Post/Today Online
Ilustrasi buaya serang pekerja tambang inkonvensional di di Sungai Melandut, Dusun Sinar Gunung, Berbura, Riau Silip, Bangka, Rabu (13/10/2021) sekitar jam 14.00 WIB hingga 15.00 WIB. 

"Muncul beberapa kali pak buaya itu posisi mulut buaya mengigit leher korban tak dilepas keluar masuk air sungai," kata Rahmat warga yang dihubungi Bangkapos.com saat masih di lokasi.

20211014 buaya2
Bhabinkamtibmas Desa Riau Brigadir Prayudinata mengecek lokasi pekerja tambang yang diterkam buaya Rabu 13/10/2021).

Kesulitan Lakukan Evakuasi, Tak Punya Perahu

Peristiwa adanya pekerja TI yang diterkam buaya dibenarkan oleh, Ibrahim (54) nelayan setempat yang hendak melakukan proses evakuasi.

Ia menyebutkan bahwa kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 14.00 WIB hingga 15.00 WIB tadi.

"Orangnya itu asal Kampung Baru, yang merupakan nelayan saat lagi narik ponton," jelasnya saat dikonfirmasi Bangkapos.com.

Diakuinya, korban tersebut bernama Punggul yang merupakan seorang pria bujangan.

"Aku ini sedang di lapangan. Yang sulit sekarang ini korbannya masih dibawa buaya," ucapnya saat dihubungi Bangkapos.com, Rabu (13/10/202) sore menjelang magrib.

Oleh karena itu, pihaknya mengaku masih kebingungan mengevakuasi korban yang diduga masih berada dimulut buaya.

Terlebih lagi menurutnya belum ada pihak terkait yang turun ke lapangan untuk melakukan pencarian.

"Kalau laporan mungkin sudah ada yang ngelapor dari kepala desa dan bhabinkamtibmas setempat," ungkapnya.

Meski begitu, sampai saat ini warga setempat masih kebingungan untuk melakukan proses evakuasi.

"Kita kesulitan mengevakuasi, soalnya enggak punya perahu di sini. Maksudnya kita ini mau ngerebut jenazah itu," kata Ibrahim.

Brigadir Prayudinata Bhabinkambas Desa Riau mengatakan kejadian tersebut sudah dilaporkan ke BPBD Kabupaten Bangka untuk membantu pencarian korban. Termasuk menghubungi aparat desa dan relawan.

"Tapi kondisi saat ini terbentur oleh mulai gelapnya malam nanti kita akan koordinasi jika tim SAR sudah tiba," kata Brigadir Prayudinata sekitar pukul 18.10 WIB saat dihubungi Bangkapos.com.

Ini Kesaksian Kawan Korban

Korban diterkam buaya Rabu (13/10/2021) sore di Sungai Melandut Jebatan Dusun Sinar Gunung Desa Riau Kecamatan Riausilip, Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung bernama Ardiansyah alias Pulung alias Punggul warga pendatang asal Provinsi Banten. 

Punggul menetap bersama ibu angkatnya di Desa Pangkal Niur Kecamatan Riausilip.

Kejadian tersebut disaksikan langsung oleh dua rekannya yang lain yakni Sapri dan Rudi.

Menurut kesaksian Sapri yang dihubungi Bangkapos.com sekitar pukul 18.40 WIB berawal saat ia dan rekan-rekannya berencana memindahkan ponton TI apung yang kandas.

Namun untuk mencapai ponton harus menggunakan kapal atau perahu.

Selanjutnya mereka memutuskan menggunakan perahu bermesin untuk mencapai ponton.

Saat itu menurut Rudi ia masih berada dipinggir belum naik perahu.

Punggul bermaksud lebih dulu melepaskan tali jangkar perahu.

Namun saat Punggul berada dalam air untuk melepas tali jangkar tiba-tiba muncul buaya yang langung menerkam Punggul.

"Waktu tu die la di air buaya tu langsung muncul dan nerkam leher e langsung diseret ke dalam air," kata Sapri yang terdengar masih syok. 

Baca juga: Mobil Pick Up Terbakar di Bangka Barat, Diduga Akibat Konsleting Listrik, Korban Rugi Rp150 juta

Baca juga: Oknum Camat jadi Pelakor, Kepergok Selingkuhi Kepala Dinas, Rebut Suami Anggota DPRD Tanjungbalai

Selanjutnya menurut Sapri ia dan rekannya tak mampu berbuat banyak karena buaya langsung membawa Punggul ke dalam air.

Buaya sempat muncul dengan posisi mulut mengigit erat leher Punggul kemudian kembali menyelam dalam air.

"Muncul ilang muncul lagi berapa kali pak," kata Sapri.

BPBD Bangka, Tim SAR dan Laskar Sekaban Lakukan Pencarian Korban

Tim gabungan yang terdiri dari BPBD Kabupaten Bangka, Tim SAR dan Laskar Sekaban turun ke lokasi mencari korban terkaman buaya.

Kepala BPBD Kabupaten Bangka, M Nursi menyebutkan bahwa pihaknya juga baru mendengar kabar tersebut sekitar pukul 5 sore tadi.

Padahal saat itu, sekitar jam 13.00 WIB hingga 14.00 WIB ia sedang berada di Kecamatan Riausilip untuk memantau proses pemungutan suara pilkades Kabupaten Bangka tahun 2021.

"Tadi saya juga dari Riausilip dan sempat istirahat makan di Sungai Perimping dan memang melihat banyak buaya muncul," ungkap Nursi saat dihubungi Bangkapos.com.

Meski demikian dirinya tidak mendengar kabar jika ada penambang TI yang yang diterkam oleh buaya.

Namun menurut Nursi, saat ini dirinya telah menurunkan anggota BPBD Bangka ke lokasi kejadian.

"Anggota kita sudah meluncur dan sedang dalam perjalanan terus kita juga minta bantuan sari TIM SAR Provinsi Babel dan Komunitas Laskar Sekaban yang menyediakan perahu untuk proses evakuasi dan pencarian korban," jelasnya.

Setelah mengumpulkan keterangan dari saksi dan keluarga korban Polsek Riausilip memberikan keterangan resmi terkait pekerja TI apung yang diterkam buaya, Rabu (13/10/2021).

Sekitar pukul 19.30 WIB Polsek Riausilip memberikan laporan.

"Untuk kelengkapan laporan kita meminta keterangan lebih dulu dari keluarga korban dan saksi saat kejadian," kata  Kapolsek Riausilip Iptu Fajar saat dikonfirmasi Bangkapos.com, Rabu (13/10/2021).

 

Ini Kronologis Pekerja TI Diserang Buaya

Berdasarkan laporan resmi Polsek Riausilip kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 15.30 WIB.

Korban bernama Ardiansyah alias Jukung (32) warga Desa Pangkal Niur Kecamatan Riausilip Kabupaten Bangka merupakan pekerja TI apung.

Saat kejadian korban bersama dua rekannya Sapri dan Rudi akan menuju TI apung.

Dari pinggir sungai mereka akan menggunakan kapal atau perahu guna menuju ponton dialiran sungai.

Sapri dan Rudi kemudian naik ke atas perahu. Sedangkan korban hendak mengangkat jangkar di daratan yang akan dimasukan ke perahu.

Korban kemudian dan sembari turun ke air hendak memasukkan jangkar ke perahu.

Tiba-tiba korban langsung diterkam buaya dibagian leher dan diseret. Kedua rekan korban yang melihat hal tersebut kemudian berusaha memberikan pertolongan.

Sembari terjun ke air kedua rekan korban menendang buaya.

Namun hal tersebut tak membuat buaya melepaskan gigitan malah menyeret korban menuju ke dalam air menuju ketengah sungai.

Diperkirakan korban sudah meninggal dunia sebab buaya sempat muncul sekitar sungai Melandut dengan tak melepaskan gigitan dileher korban.

Setelah menerima laporan kejadian tindakan yang dilakukan Polsek Riausilip sudah berkordinasi dengan pihak desa, kecamatan dan tim sar dan LSM serta warga untuk melakukan pencairan korban.

Namun sampai saat ini korban masih belum ditemukan. Dikarenakan cuaca yang buruk dan kondisi malam hari tidak memungkinkan akan dilanjutkan pencarian besok.

"Jadi besok akan kita lakukan pencairan karena saat ini malam dan cuaca tak bersahabat," kata Fajar.

(Bangkapos.com/Deddy Marjaya/Arya Bima Mahendra)

Berita Populer
Sumber: Bangka Pos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved