Bikin Geger Buaya Terkam Leher Pekerja TI, Ngeri Korban Dimulut Hewan Predator, Diseret ke Sungai

Konflik antara buaya dengan warga di Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung kembali terjadi.

Editor: nurhayati
Kolase NY Post/Today Online
Ilustrasi buaya serang pekerja tambang inkonvensional di di Sungai Melandut, Dusun Sinar Gunung, Berbura, Riau Silip, Bangka, Rabu (13/10/2021) sekitar jam 14.00 WIB hingga 15.00 WIB. 

Kepala BPBD Kabupaten Bangka, M Nursi menyebutkan bahwa pihaknya juga baru mendengar kabar tersebut sekitar pukul 5 sore tadi.

Padahal saat itu, sekitar jam 13.00 WIB hingga 14.00 WIB ia sedang berada di Kecamatan Riausilip untuk memantau proses pemungutan suara pilkades Kabupaten Bangka tahun 2021.

"Tadi saya juga dari Riausilip dan sempat istirahat makan di Sungai Perimping dan memang melihat banyak buaya muncul," ungkap Nursi saat dihubungi Bangkapos.com.

Meski demikian dirinya tidak mendengar kabar jika ada penambang TI yang yang diterkam oleh buaya.

Namun menurut Nursi, saat ini dirinya telah menurunkan anggota BPBD Bangka ke lokasi kejadian.

"Anggota kita sudah meluncur dan sedang dalam perjalanan terus kita juga minta bantuan sari TIM SAR Provinsi Babel dan Komunitas Laskar Sekaban yang menyediakan perahu untuk proses evakuasi dan pencarian korban," jelasnya.

Setelah mengumpulkan keterangan dari saksi dan keluarga korban Polsek Riausilip memberikan keterangan resmi terkait pekerja TI apung yang diterkam buaya, Rabu (13/10/2021).

Sekitar pukul 19.30 WIB Polsek Riausilip memberikan laporan.

"Untuk kelengkapan laporan kita meminta keterangan lebih dulu dari keluarga korban dan saksi saat kejadian," kata  Kapolsek Riausilip Iptu Fajar saat dikonfirmasi Bangkapos.com, Rabu (13/10/2021).

 

Ini Kronologis Pekerja TI Diserang Buaya

Berdasarkan laporan resmi Polsek Riausilip kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 15.30 WIB.

Korban bernama Ardiansyah alias Jukung (32) warga Desa Pangkal Niur Kecamatan Riausilip Kabupaten Bangka merupakan pekerja TI apung.

Saat kejadian korban bersama dua rekannya Sapri dan Rudi akan menuju TI apung.

Dari pinggir sungai mereka akan menggunakan kapal atau perahu guna menuju ponton dialiran sungai.

Sapri dan Rudi kemudian naik ke atas perahu. Sedangkan korban hendak mengangkat jangkar di daratan yang akan dimasukan ke perahu.

Korban kemudian dan sembari turun ke air hendak memasukkan jangkar ke perahu.

Tiba-tiba korban langsung diterkam buaya dibagian leher dan diseret. Kedua rekan korban yang melihat hal tersebut kemudian berusaha memberikan pertolongan.

Sembari terjun ke air kedua rekan korban menendang buaya.

Namun hal tersebut tak membuat buaya melepaskan gigitan malah menyeret korban menuju ke dalam air menuju ketengah sungai.

Diperkirakan korban sudah meninggal dunia sebab buaya sempat muncul sekitar sungai Melandut dengan tak melepaskan gigitan dileher korban.

Setelah menerima laporan kejadian tindakan yang dilakukan Polsek Riausilip sudah berkordinasi dengan pihak desa, kecamatan dan tim sar dan LSM serta warga untuk melakukan pencairan korban.

Namun sampai saat ini korban masih belum ditemukan. Dikarenakan cuaca yang buruk dan kondisi malam hari tidak memungkinkan akan dilanjutkan pencarian besok.

"Jadi besok akan kita lakukan pencairan karena saat ini malam dan cuaca tak bersahabat," kata Fajar.

(Bangkapos.com/Deddy Marjaya/Arya Bima Mahendra)

Sumber: Bangka Pos
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved